Merapi Bergejolak, Puluhan Warga Pakem Tidur di Gedung SD

Puluhan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, memilih untuk tidur di SD Sanjaya Tritis pada Kamis (21/1 - 2021) malam./Ist
22 Januari 2021 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Puluhan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, memilih untuk tidur di SD Sanjaya Tritis pada Kamis (21/1/2021) malam. Warga yang memilih untuk tidur di Sekolah Dasar (SD) Sanjaya merupakan kelompok rentan yang trauma dan khawatir terhadap aktivitas Gunung Merapi, khususnya guguran lava pijar pada malam hari.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika warga yang khawatir atas aktivitas Gunung Merapi dan trauma atas erupsi pada 2010 lalu akhirnya difasilitasi oleh satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas) dusun Turgo untuk menginap di SD Sanjaya Tritis.

"Warga Turgo terutama kelompok rentan yang mungkin merasa trauma akhirnya oleh warga setempat diungsikan ke SD Sanjaya Tritis. Kebetulan tadi malam saya di sana. Teman-teman relawan dan Basarnas juga sudah siap di sana. Guguran tadi malam juga turun drastis dibandingkan hari sebelumnya," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Jumat (22/1/2021).

Perlakuan bagi warga Turgo memang sedikit berbeda dengan warga yang berada di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Pasalnya, belum ada instruksi bagi warga Turgo untuk mengungsi. Warga di Turgo berupaya untuk mengungsikan kelompok rentan yang khawatir dan trauma.

BACA JUGA: 15 Persen Nakes Gagal Divaksin Covid-19, Ini Penjelasan Menkes Budi

"Warga Turgo balik lagi ya ke rumahnya masing-masing. Tidak seperti di Glagaharjo. Kalau di Glagaharjo (Kalitengah Lor) itu kan memang sudah ada instruksi untuk mengungsi. Kalau di Turgo ini kan tidak ada instruksi untuk mengungsi. Evakuasi mandiri yang dilakukan warga setempat untuk menggeser kelompok rentan ke SD Sanjaya Tritis," terang Joko.

Kelompok rentan yang berada di SD Sanjaya Tritis juga akhirnya disuplai logistik oleh BPBD Kabupaten Sleman melalui posko Pusdalops BPBD Sleman di Pakem. "Jadi, puluhan kelompok rentan yang dievakuasi sementara di SD Sanjaya Tritis disuplai logistik oleh Pusdalops BPBD Sleman yang ada di Pakem," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Pakem Suyanto membenarkan soal evakuasi mandiri yang dilakukan warga Turgo kepada kelompok rentan ke SD Sanjaya Tritis. Walaupun, pagi hari menjelang kelompok rentan yang diungsikan kembali ke rumahnya masing-masing.

"Iya sejak Rabu dan Kamis malam ini, alasan turun supaya warga kan istilahnya menghendaki supaya merasa aman. Dengan ancaman ke barat daya bisa tidur tenang, hanya tidur malem pagi balik lagi," terang Suyanto.

Berdasarkan catatan dari pemerintah kecamatan Pakem, kelompok rentan yang diungsikan pada Rabu (20/1/2021) malam sebanyak 47 orang. Sedangkan, pada Kamis (21/1/2021) malam kelompok rentan yang diungsikan ke SD Sanjaya Tritis sebanyak 60 orang.

"Iya benar kelompok rentan diungsikan sementara ke SD Sanjaya Tritis, itu hanya pergeseran, jadi gedung terdekat di Tritis yakni SD Sanjaya Tritis. SD tersebut berada satu pedukuhan dan dirasa aman. Barak di bawah sudah siap sebenarnya," terangnya.

Untuk logistik bagi kelompok rentan yang sementara diungsikan ke SD Sanjaya Tritis berasal dari BPBD Kabupaten Sleman unit pelaksana kalurahan Purwobinangun. Suyanto juga mengimbau agar relawan maupun petugas kebencanaan agar senantiasa menerapkan protokol Covid-19 saat berada di Turgo.

"Logistik sudah ada unit Purwobinangun dan BPBD Kabupaten Sleman. Kebetulan untuk di Turgo itu zona hijau sehingga justru kita mengendalikan jika ada yang menengok dari bawah agar senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19," sambung Suyanto.