Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Suasana Malioboro yang ditutup untuk kendaraan bermotor setelah pukul 19.00 WIB pada masa PTKM, Sabtu (23/1/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA – Memasuki hari ke-13 Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIY, banyak pedagang di daerah Alun-Alun Utara (Altar) yang beroperasi melebihi pukul 19.00 WIB pada hari Sabtu (23/1/2021).
Kebanyakan yang melanggar yaitu pedagang kecil yang berada di sisi Barat. Mereka masih menyediakan kursi untuk para pelanggan yang datang. Terpantau beberapa pelanggan yang mengisi kursi yang tersedia.
Di sisi Timur Altar juga terpantau banyak pedagang kecil seperti angkringan dan ronde yang buka melebihi pukul 19.00 WIB. Mereka menyediakan tikar untuk para pelanggan. Terpantau beberapa pelanggar menikmati makanan dan minuman di tempat.
Baca juga: Update Corona DIY 24 Januari: 210 Positif, 186 Sembuh dan 9 Meninggal
Dibanding hari-hari biasa yang bukan akhir pekan, pedagang yang membuka dagangannya tergolong lebih sedikit, walaupun masih tetap ada yang buka. Kondisi akhir pekan kemarin memang cukup ramai. Banyak orang yang menghabiskan waktu di pinggir Altar. Kebanyakan mereka rombongan dua orang. Adaula yang berkelompok melebihi tiga orang.
Sebelumnya, Komunitas Pedagang Altar memang sempat melakukan aksi protes di Balai Kota Jogja terkait pembatasan operasional pukul 19.00 WIB. Seusai aksi, mereka menyatakan akan tetap berjualan seperti biasa, atau melebihi ketentuan jam operasional selama PTKM. Mereka hanya akan menutup dagangan apabila ditegur oleh pihak keamanan.
Baca juga: Di Bantul, Ratusan Tempat Usaha Langgar Prokes & Puluhan Ditutup Paksa
Sementara itu, di wilayah Taman Sari sudah banyak pedagang yang tutup setelah pukul 19.00 WIB. Adapun warung yang masih buka tidak menyediakan kursi dan hanya melayani sistem bungkus. Untuk area Alun-Alun Kidul (Alkid), tidak terpantau ada pedagang yang masih buka setelah pukul 19.00 WIB. Hanya terlihat beberapa pengunjung yang berjalan-jalan di sekeliling Alkid.
Untuk Jalan P. Mangkubumi, daerah Tugu ke selatan, sebagian besar pedagang sudah menutup dagangannya. Namun masih ada dua pedagang yang masih melakukan kegiatan sekitar pukul 19.30 WIB. Satu tempat makan sedang beres-beres untuk tutup, sementara yang satunya masih melayani pelanggan.
Terlihat masih ada gerombolan pengunjung yang makan di tempat. Pada pantauan sebelumnya, warung ini pernah ditegur oleh petugas keamanan lantaran masih menyediakan tikar untuk pelanggan setelah pukul 19.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.