Wildan Nafis Pimpin PAN Bantul 2021-2026

Logo PAN - JIBI
24 Januari 2021 02:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Musyawarah Daerah (Musda) V DPD PAN Bantul yang digelar Sabtu (23/1/2021), berhasil memilih Wildan Nafis sebagai Ketua DPD PAN Bantul 2021-2026. Wildan yang juga Ketua Komisi B DPRD Bantul ini didampingi oleh Damba Aktivis sebagai sekretaris dan Iwan Tamrin sebagai bendahara.

Usai terpilih, Wildan mengakui sejumlah pekerjaan berat telah menanti, salah satunya adalah mengembalikan kejayaan partai. Selain itu, pada 2024, pihaknya menargetkan sebanyak delapan hingga sembilan kursi di DPRD Bantul.

“Dan harapannya kami mampu menjadi pemenang kedua dalam Pileg 2024 yang akan datang," katanya, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Covid-19 DIY Sabtu Ini, Penambahan Kasus Harian Mendekati 500

Selain itu, Wildan juga memiliki pekerjaan rumah untuk mengharmonisasikan kondisi internal partai paska Pilkada 2020 lalu. Pihaknya akan berupaya mengajak rekonsiliasi kader yang sempat tidak mendukung partainya mengusung pasangan Abdul Halim-Joko Budi Purnomo.

“Selanjutnya untuk target dan program-program lainnya, akan dibicarakan dalam Rakerda dalam waktu,” papar Wildan.

Sementara Ketua DPD PAN Bantul periode 2016-2021, Mahmud Ardi Widanto mengakui jika selama kepemimpinannya partainya hanya mampu meraih enam kursi pada Pileg 2014. Jumlah itu berkurang menjadi lima kursi pada Pileg 2019.

Meski demikian, Ardi mengatakan, PAN memiliki prestasi yang bisa dibanggakan. Di mana, PAN Mampu menghantarkan paslon bupati dan wakil bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Joko Budi Purnomo sebagai paslon terpilih pada Pilkada 2020.

Baca juga: Jumlah Pengungsi di Turgo Purwobinangun Mulai Berkurang

Di mana, keputusan mengusung paslon Halim-Joko sebagai bentuk komitmen dari kedua paslon tersebut kepada PAN untuk membangun Bantul lebih baik. Ardi juga menyatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada anggotanya yang sempat bergabung dengan gerbong biru mendukung pasangan Suharsono-Totok Sudarto pada Pilkada 2020 untuk kembali ke partainya.

“Tapi kalau sudah tidak sejalan dengan Ketum PAN [bergabung dengan partai Ummat], maka harus dipecat,” ucapnya.