Masuk Februari, Apakah Hujan Lebat Masih Akan Turun? ini Penjelasan BMKG DIY

Ilustrasi - Freepik
26 Januari 2021 15:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah DIY seiring dengan masuknya puncak musim hujan di Februari.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Staklim DIY Reni Kraningtyas mengatakan DIY memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari mendatang.

BACA JUGA: PTKM Diperpanjang, Layanan Guru Kunjung Siswa di Bantul Ditidakan

"Potensi hujan yang terjadi umumnya dengan intensitas sedang hingga lebat," ujar Reni, Selasa (26/1/2021).

Nencana hidrometeorologi di wilayah DIY juga diklaimnya masih berpotensi terjadi.

“BMKG sudah memberikan informasi kepada instansi terkait atau pemangku kepentingan termasuk BPBD agar lebih siap jika terjadi bencana hidrometeorologi di wilayah DIY," sambung Reni.

BMKG Stasiun Klimatologi DIY juga mengimbau agar pemangku kebijakan mampu mengantisipasi La Nina yang turut berdampak terhadap intensitas curah hujan bulanan di wilayah DIY.

BACA JUGA: Kepala Dinas Pariwisata Bantul Positif Covid-19

"Cuaca ekstrem juga masih dipengaruhi fenomena La Nina yang dapat menaikkan intensitas curah hujan bulanan di wilayah DIY," terangnya.

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Klimatologi DIY, La Nina saat ini masih masuk kategori moderae. Artinya, ancaman dari La Nina masih cukup signifikan. Reni menegaskan La Nina akan berangsur melemah memasuki Februari.

"Walaupun Februari La Nina diperkirakan meluruh, tetapi puncak hujan di wilayah DIY masih berlangsung, karena moonson Asia yang banyak membawa uap air masih akan bertiup melewati Indonesia, dan suhu muka laut masih cukup hangat, sehingga pembentuk awan-awan hujan pada Februari masih signifikan terjadi, dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DIY masih bisa terjadi," kata dia.