Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk menambah ketersediaan ruang perawatan khusus pasien Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman akan menyiapkan rumah sakit lapangan khusus di wilayah Moyudan. Operasional rumah sakit ini masih menunggu persetujuan anggaran.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan rumah sakit lapangan tersebut akan menempati sebuah klinik swasta yang sudah berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Klinik tersebut akam disewa oleh Pemkab untuk melayani pasien Covid-19 khusus persalinan. Rencananya ada 20 bed yang disiapkan.
"Ya nanti bisa separo untuk ibu melahirkan dan sisanya untuk pasien Covid-19 lainnya. Tapi diutamakan bagi persalinan pasien Covid-19," kata Joko, Selasa (26/1/2021).
Rencana pendirian rumah sakit ini, kata Joko, berawal dari banyaknya kasus persalinan dengan Covid-19. Selain itu, RS lapangan ini didirikan di wilayah Sleman barat, untuk mengimbangi fasilitas persalinan Covid-19 di Sleman Tengah dan Timur. "Di Sleman Tengah dan Timur sudah ada Faskes dengan persalinan Covid-19. Yakni di Puskesmas Nyaen dan Berbah. Masing-masing berkapasitas 10 bed," katanya.
Terkendala Sistem
Dijelaskan Joko, seluruh persiapan untuk operasional rumah sakit lapangan itu terus dilakukan. Anggaran pengadaan rumah sakit lapangan ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4,5 miliar. Rinciannya, Rp 1 miliar untuk biaya renovasi dan Rp3,5 miliar untuk belanja operasional dalam enam bulan pertama. Dana tersebut akan diambil dari pos anggaran belanja tak terduga.
"Semua sudah disiapkan, tinggal dananya. Hanya saja kami terhambat di sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, belum ada untuk cantolan rekeningnya," ungkap Joko.
Dari segi bangunan, kata Joko, bekas klinik tersebut masih memadai. Hanya saja, beberapa bagian perlu diperbaiki dan peralatan yang ada perlu diperbarui. Untuk tenaga SDM, Joko optimis bisa terpenuhi. Sebab SDM di rumah sakit ini juga akan didukung oleh kalangan relawan.
"Kalau berkaca dari pengalaman membuka shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, banyak yang tertarik mendaftar sebagai relawan. Mereka yang tidak masuk dalam seleksi kemarin akan kami hubungi lagi," katanya.
Rumah sakit lapangan tersebut akan beroperasi selama masa tanggap darurat Covid-19. Bila pandemi dinyatakan sudah berakhir, klinik akan dikembalikan kepada pemilik swasta sementara investasi aset barang akan ditarik kembali oleh Pemkab. "Paling tidak, pihak swasta sudah diuntungkan karena sarana menjadi layak lagi dan pasarnya terbentuk lagi," ujar Joko.
Joko mengatakan, semula operasional rumah sakit lapangan tersebut dijadwal pada 1 Februari mendatang. Dikarenakan masih terkendala sistem informasi pengelolaan keuangan yang baru, rencana tersebut diundur. "Kami target ulang, ya sebelum pelantikan Bupati baru," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta
Veda Ega Pratama finis di posisi ke-20 pada sesi Practice Moto3 Aragon 2026. David Almansa menjadi pembalap tercepat di MotorLand Aragon.
FIFA mengubah aturan pelaksanaan hukuman pemain Argentina pasca-final Piala Dunia 2026. Paredes dan Molina tetap diskors, tetapi bisa menjalani sanksi di laga p
Desta resmi mundur dari Vindes Corp. Simak perjalanan dan gurita bisnis kreatif Vindes yang berkembang dari konten YouTube menjadi ekosistem hiburan, olahraga,