Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Acara penyerahan piagam Rekor Muri diberikan secara daring oleh Jaya Suprana selaku Ketua Muri kepada Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, Selasa (26/1/2021) melalui platform Zoom./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Selasa (26/1/2021). Penghargaan tersebut diberikan setelah Unisa menjadi Perguruan Tinggi yang Melaksanakan Asesmen Lapangan Daring (ALD) dari LAM-PTKes Terbanyak dalam Satu Bulan.
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti mengatakan prestasi ini menunjukkan pandemi Covid-19 tidak menghalangi civitas academica Unisa untuk mendulang prestasi. Saat Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) menerapkan kebijakan Asesmen Lapangan Daring (ALD), Unisa menyiapkan segala persyaratannya. Sebab, ALD merupakan salah satu proses akreditasi program studi di masa pandemi Covid-19.
"ALD ini merupakan sebuah proses asessment dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan penyelenggaraan Tridharma. Ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami terhadap stakeholder dan masyarakat, bahwa lulusan Unisa telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan," kata Warsiti melalui Zoom Meeting, Selasa.
Prodi yang mendapatkan assesment dari LAM-PTKes meliputi prodi Sarjana Kebidanan, Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Sarjana Gizi, serta prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi yang semuanya berada dalam Fakultas Ilmu Kesehatan. Pelaksanaan ALD yang dilakukan sebanyak empat kali dalam sebulan itu, kata Warsiti, ternyata tak segampang yang dibayangkan sebagaimana asessment lapangan offline.
"Dalam satu bulan mendapatkan empat assesment sekaligus, kami harus betul-betul pandai mengatur energi, namun demikian rasa lelah kami terobati dan hilang karena satu persatu prodi kami mendapatkan surat dari LAM-PTKes hasil dari akreditasi yang tentunya sesuai dengan harapan kami,” ucap Warsiti sebelum penyerahan penghargaan dari Muri kepada Unisa yang dilakukan secara daring.
Ia mengakui kegiatan tersebut memberikan banyak pengalaman berharga bagi Unisa. Bahkan pelaksaan ALD di masa pandemi Covid-19 justru memberikan banyak pengalaman berharga bagi seluruh civitas academica di Unisa.
Founder MURI, Prof. Jaya Suprana mengaku kagum atas pencapaian Unisa. Rekor tersebut melambangkan suatu semangat yang terbaik untuk mempersembahkan sesuatu dengan memberdayakan teknologi komunikasi terbaru yang memungkinkan semua dilakukan tanpa melanggar protokol kesehatan.
"Saya kagum sekali karena rekornya bukan main-main. Unisa menjadi perguruan tinggi yang melaksanakan ALD dari LAM-PTKes terbanyak dalam satu bulan (November 2020). Di sini bersama kami ini piagam penghargaan, akan dikirimkan ke Jogja untuk diterima Rektor Unisa," kata Jaya.
Ketua LAM-PTKes, Prof. Usman Chatib Warsa memberikan ucapan selamat kepada Unisa atas rekor yang diraih. "Salut atas perjuangan dan keberanianya dalam menjalani empat assesment dalam waktu sebulan,” tutur Usman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.