Pemda DIY Laksanakan Vaksinasi Kedua

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam, mendapat vaksinasi kedua, Kamis (28 - 1). (Ist. Humas pemda)
28 Januari 2021 13:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 13 orang dari pimpinan Pemda dan tokoh masyarakat DIY divaksin dalam vaksinasi kedua Kick Off Vaksinasi DIY, di Bangsal Kepatihan, Kompeks Kantor Gubernur DIY, Kamis (28/1/2021).

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan penerima vaksinasi sejuh ini tetap dalam kondisi sehat dan tidak ada efek samping. "Tidak ada hal mencemaskan. Vaksinasi kedua semua siap disuntik, antibodi kekebalan diharapkan dapat terbenruk dua minggu setelah vaksinasi kedua," katanya.

Pelaksanaan vaksinasi kepada sumber daya manusia kesehatan (SDMK) termin pertama di Kota Jogja dan Sleman sampai saat ini sudah mencapai 12.585 orang atau 58,48%. Jumlah ini masih terus berkembang, dengan target vaksinasi SDMK selesai selesai akhir februari mendatang.

Ia menegaskan di DIY agak berbeda dengan daerah lain dalam kebijakan vaksinasi. Atas dasar kepercayaan kearifan lokal, Pemda tidak akan memberi sanksi bagi masyarakat yang tidak berkenan divaksin. "Pada giliranya saya yakin dengan penuh kesadaran divaksin. Masyarakat harus jadi subjek dalam menangkal covid-19," kata dia.

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen, Sandiaga: Ada Sensasi Dingin

Vaksinasi kedua ini dilakukan pada Wakil Gubernur beserta ibu, Sekda DIY, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda), wakil dari Korem 072/Pamungkas, organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Wakil dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta perwakilan` tokoh agama yaitu, PWNU, PW Muhammadiyah, Persatuan Hindu Dharma, Permabudhi dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) wilayah DIY.

Dalam vaksinasi kedua ini, sedianya akan dilakukan pada 15 orang yang telah mengikuti vaksinasi pertama. Namun dua orang tidak bisa mengikuti lantaran berhalangan yakni Dirut RSUP dr. Sardjito, Rukmono Siswihanto dan Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar.

Rukmono sebenarnya sudah hadir, namun harus meninggalkan lokasi sebelum vaksinasi untuk menjemput Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang berkunjung ke Jogja. Sementara Asep Suhendar tidak hadir karena mengikuti rapat daring bersama Kapolri.

Meski demikian keduanya dipastikan tetap akan divaksin di hari yang sama. "Rukmono akan divaksin di GSP UGM sementara Asep Suhendar kan divaksin di RSPAU dr. S Hasrdjolukito," ujar Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

Acara ini juga dihadiri Sekjen Menteri Kesehatan, Oscar Primadi. Ia menyampaikan vaksinasi menjadi upaya strategis untuk mengendalikan dan mengatasi covid-19. "Vaksinasi membentuk kekebalan kelompok dan menurunkan angka kematian covid-19. Melindungi sistem kesehatan menyeluruh dan sistem ketahanan kesehatan," kata dia.

Pemerintah Hadir

Vaksinasi menjadi wujud hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sebagai obligatori public health pemerintah. "Makanya vaksinasi ini untuk semua masyarakat kita gratiskan. Sasaran 70% penduduk. Tapi tidak menutup kemungkinan vaksin mandiri," ujarnya.

Sasaran 70% bertujuan untuk mencaoai herd imunity atau kekebalan kelompok. Pihaknya berharap pada pelaksanaannya, Dinas Kesehatan di setiap daerah betul-betul melakukan sesuai standard protokol dan mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)

Baca juga: Corona di Indonesia Tembus Sejuta, Menkes Sebut Akibat Libur Akhir Tahun

Sekda DIY yang juga mengikuti vaksinasi ini, Kadarmanta Baskara Aji, mengungkapkan dari vaksinasi pertama dan kedua tidak terjadi efek negatif apapun. "Tidak ada rasa sakit, tidak ada hal perlu ditakutkan. Mari kita bisa mengikuti vaksinasi pada saatnya, sehingga menjaga kesehatan kita sendiri dan orang lain di sekitar kita," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Settaningastutie, menuturkan dari kebutuhan vaksin di DIY sebanyak 2.605.179 dosis, saat ini sudah terkirim total sebanyak 71.600 dosis dalam dua termin pengiriman. Meski sudah divaksin, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Tetap terapkan 5M yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dengan sabun, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi mobilitas, walau kita sudah divaksin, sampai terbentuk kekebalan masyarakat," katanya.