Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Petugas DLH Kota Jogja mulai mengangkut sampah ke truk pada Rabu (22/12/2020). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, UMBULHARJO - Selama Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) peningkatan sampah rumah tangga akibat WFH yang dikhawatirkan ternyata tak terjadi. Malahan sampah di kawasan destinasi wisata dan jalan cenderung alami penyusutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sugeng Darmanto menegaskan tidak ada peningkatan volume sampah rumah tangga selama PTKM. Meskipun aturan WFH 75 persen diterapkan selama PTKM tak lantas membuat volume rumah tangga meningkat.
BACA JUGA : PTKM Diperpanjang, DPRD Bantul Tunda Kunker dan Menolak Tamu
"Sampah rumah tangga merupakan aktivitas warga. Dengan PTKM tidak terjadi penyusutan yang signifikan," jelasnya pada Kamis (28/1/2021).
Sementara itu dari kawasan destinasi wisata maupun sejumlah bahu jalan, Sugeng menyampaikan memang terjadi penurunan volume sampah. Namun penurunan yang terjadi tidak begitu signifikan dilihat dari total sampah rata-rata per hari yang masih stagnan. "Penurunan tidak signifikan juga. Karena total per hari rata-rata 350 ton," jelasnya.
Disebutkan Sugeng peningkatan volume sampah terakhir terjadi pada libur natal dan tahun baru. Setelah itu kondisi volume sampah i Kota Jogja kembali normal hingga memasuki masa PTKM.
BACA JUGA : Masih Ditemukan Pelaku Usaha Ngeyel di PTKM Tahap Kedua
Pekan lalu bahkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sempat ditutup sehari. Namun pembuangan sampah dari Kota Jogja ke TPST Piyungan tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan. "Tidak berpengaruh kalau sehari. Karena hari berikutnya bisa membuang dua kali lipat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.