Mayoritas Wilayah Sleman Masih Zona Merah Covid-19

Ilustrasi - Antara/Galih Pradipta
30 Januari 2021 18:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Penyebaran kasus baru Covid-19 di Kabupaten Sleman masih tergolong tinggi. Hingga akhir Januari ini, kabupaten ini masih masuk zona merah.

Berdasarkan peta epidemiologi Covid-19 per 26 Januari, 14 dari 17 kapanewon (kecamatan) di Sleman masih zona merah atau daerah dengan risiko penularan tinggi, meliputi Tempel, Gamping, Godean, Seyegan, Mlati, Sleman, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngaglik, Kalasan, Prambanan, Berbah dan Depok. Hanya tiga kapanewon yang berstatus zona oranye atau tingkat penularan sedang, masing-masing Kapanewon Minggir, Moyudan dan Ngemplak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan peta epidemiologi 26 Januari hampir sama dengan peta epidemiologi yang keluar pada 17 Januari. Ada sekitar 82,35% kapanewon yang masuk zona merah. Perbedaannya, kata Joko, hanya pada lokasi kapanewon yang sebelumnya zona oranye menjadi zona merah. Begitu juga sebaliknya dari zona merah ke zona oranye. 

"Peta epidemiologi ini bersifat dinamis. Tergantung dari situasi dan kondisi penularan Covid-19 yang terjadi di masing-masing kapanewon. Sampai saat ini Sleman masih zona merah," kata Joko, Sabtu (30/1/2021).

Berkaca pada peta epidemiologi 17 Januari lalu, tiga kapanewon yang masuk zona oranye masing-masing Kapanewon Prambanan, Kalasan dan Turi. Namun, berdasarkan peta epidemiologi 26 Januari, ketiganya termasuk zona merah. Adapun tiga kapanewon yang sebelumnya zona merah, meliputi Kapanewon Minggir, Moyudan dan Ngemplak saat ini berstatus zona oranye. 

Dinkes, lanjut Joko, mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer, pakai masker dan jaga jarak serta tidak berkerumun). "Selain itu jaga dan perkuat imunitas dengan makanan bergizi, minum vitamin, rajin berjemur di sinar matahari pagi, olahraga teratur dan pastinya hindari kerumunan," katanya.

"Apalagi sekarang masih perpanjangan masa PTKM (pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat). Kami berharap masyarakat mematuhinya agar kasus baru Covid-19 dapat ditekan."

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman per 29 Januari ini, total kasus terkonfirmasi positif di Sleman sebanyak 8.231 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 6.288 kasus dinyatakan sembuh dan 170 kasus meninggal dunia. Kasus asimptomatik berjumlah 5.243 kasus, gejala ringan 2.489 kasus, gejala sedang 331 kasus dan gejala berat 168 kasus. Adapun total skrining yang dilakukan mencapai 42.994 kasus. 

Data tersebut belum termasuk data akumulasi kasus Covid-19 yang masuk pada Sabtu (30/1/2021) petang. Menurut Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, distribusi kasus Covid-19 di Sleman bertambah sebanyak 160 kasus baru terkonfirmasi positif dan 36 kasus baru yang dinyatakan sembuh. "Tidak ada kasus meninggal dunia," katanya.