Advertisement

Gencarkan Sosialisasi Vaksin Covid-19, Pemda DIY Libatkan Influencer

Lugas Subarkah
Minggu, 31 Januari 2021 - 20:57 WIB
Bhekti Suryani
Gencarkan Sosialisasi Vaksin Covid-19, Pemda DIY Libatkan Influencer Ilustrasi Vaksin COVID-19. - FOTO ANTARA /Irwansyah Putra

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Mengantisipasi kesalahan persepsi msayarakat dan berbagai serangan berita hoaks terkait Vaksin Covid-19, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY akan menggencarkan sosialisasi dan edukasi vaksinasi, terutama melalui media sosial dengan menggandeng influencer.

Kepala Diskominfo DIY, Ronny Primanto Hari, menjelaskan sosialisasi merupakan upaya untuk mencapai target vaksinasi 70% populasi sehingga tercipta herd immunity. “Agar masyarakat nantinya akan sadar vaksiaasi memang perlu,” ujarnya, Minggu (31/1/2021).

Sosialisasi akan dibuat dalam bentuk konten di sejumlah media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube. Konten video akan diperbanyak karena sejauh ini, masyarakat lebih suka melihat konten video ketimbang sekadar teks atau gambar.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pihaknya juga telah melakukan peliputan pada beberapa proses vaksinasi di DIY termasuk mewawancarai sumber daya manusia kesehatan (SDMK) atau tokoh masyarakat yang telah mendapat vaksinasi untuk menceritakan apa yang telah dialami. “Sejauh ini belum ada laporan efek negative dari mereka,” katanya.

Untuk lebih menarik perhatian masyarakat, Diskominfo DIY juga akan menggandeng influencer dalam sosialisasi ini. Ia mencontohkan salah satu tokoh yang sudah dilibatkan seperti Den Baguse Ngarso. “kami juga akan libatkan netizen yang memiliki banyak follower, terutama mereka yang punya idealisme untuk membantu penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi vaksinasi ini, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp100 juta, yang setiap bulan akan selalu dievaluasi. Selain sosialisasi, pihaknya juga akan memantau berita hoaks yang saat ini sangat mudah beredar di masyarakat melalui media sosial maupun whatsapp.

“Hoaks kusus di DIY tidak banyak, tapi penyebarannya tidak bisa dibatasi wilayah administrasi. Yang banyak melalui whatsapp, karena lebih mudah diedit. Ini yang perlu kami antisipasi sehingga masyarakat nanti tidak punya pendapat yang salah tentang vaksinasi,” katanya.

Meski demikian, Diskominfo DIY tidak memiliki kewenangan untuk melakukan take down pada pemberitaan atau konten hoaks. Pihaknya akan melaporkan kepada Kementerian Kominfo bila menemukan berita atau konten hoaks.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prabowo Tetap Buka Opsi Jokowi Jadi Cawapresnya di 2024

News
| Senin, 26 September 2022, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement