Diiming-imingi Mobil Baru, PSK di Sleman Rugi Rp25 Juta karena Ditipu Pelanggannya

Ilustrasi. - Freepik
01 Februari 2021 18:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang pekerja seks komersial (PSK) asal Banyumas, Jawa Tengah yang beroperasi di Sleman menjadi korban penipuan pelanggannya sendiri. Perempuan berinisial N, 37, yang sehari-hari bekerja di Sleman tersebut menderita kerugian sebesar Rp25 juta.

Uang tersebut awalnya untuk membayar uang muka pembelian mobil yang diimpikan oleh N. Saat dikonfirmasi pada Senin (1/2/2021), N mengaku tergiur oleh bujuk rayu dari pelanggannya yang menawarkan proses pembelian mobil yang mudah. Kebetulan, N memang sedang mengidamkan mobil Honda Brio yang sudah ingin dibelinya sejak dulu.

"Pelanggan saya bilang kalau bisa nurunin mobil sehari langsung bisa. Dia [pelanggan N] bilang kalau mau beli mobil sama saya saja. Dia [pelanggan N] bilang kalau punya langganan beli mobil," ujar N saat diwawancarai di sebuah warung makan yang ada di Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (1/2/2021).

Pelanggan berinisial A tersebut sudah dua kali menggunakan jasa N. Sejak Desember 2020 lalu, A telah menjadi pelanggan N. Perbincangan mengenai hasrat N untuk membeli mobil diketahui oleh A. Akhirnya, pelaku A menyatakan bisa menjembatani rencana N untuk memiliki mobil.

"Dia [pelaku N] menawarkan jasa kredit mobil, akhirnya saya tergiur, karena kan dia janjikan bisa nurunin mobil satu hari. Dia bilang ke saya kalau dia orang kaya, punya banyak rental mobil," sambung N yang terlihat masih sedih karena kehilangan uang sebesar Rp25 juta.

N dan pelaku A sepakat untuk bertransaksi soal pembelian mobil pada 5 Januari 2021 lalu. A dan temannya menjemput N di kindekosnya yang berada di Ngaglik, Sleman. Mereka sepakat untuk bertransaksi di Plaza Ambarrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.

"Saya serahkan uang Rp25 juta di Ambarrukmo Plaza [Amplaz], Enggak ada bukti apa pun, saya sempat minta bukti transaksi, tapi dia bilangnya gampang-gampang terus. Pelaku masih muda ya, kalau umurnya itu kisaran 25 sampai 27. Dia enggak ngaku orang mana," terangnya.

BACA JUGA: Foto di Borobudur tapi Nyebut Jogja, Anya Geraldine Di-bully Warganet

Selama satu pekan setelah N memberikan uangnya kepada pelaku A, tidak ada kabar dari pelaku. Justru, kontak N diblokir olehnya. Akhirnya, N bingung karena uangnya sebesar Rp25 juta telah raib digondol pria hidung belang yang telah memakai jasanya tersebut.

"Dia sempat minta uang lagi sama aku sebesar Rp10 juta, tapi aku bilang sudah enggak punya uang. Bahkan, kami sempat karaokean. Setelah satu Minggu sejak aku berikan uang, seharusnya mobil datang, tapi ini malah nomor handphone aku di-block, pelaku sudah tidak dihubungi kembali," terangnya.

Ia sempat mengonfirmasi ke sebuah dealer mobil yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Jogja, tempat pelaku A menjanjikan mobil N dibeli. Pupus sudah, alih-alih mendapatkan angin segar, justru N merasa seperti dihujam pukulan bertubi-tubi.

"Aku sempat ke dealer, tapi kata orang dealernya mereka enggak tahu dia [pelaku A]. Ya udah langsung aku curiga. Mereka semua bilang enggak kenal sama sekali. Saya sempat sih ditunjukkan kalau dia punya mobil banyak," ungkap wanita yang sudah cerai dengan suaminya tersebut.

Padahal kata N, dirinya mengumpulkan uang senilai Rp25 juta dengan jerih payah.

"Saya ngumpulin itu bertahun-tahun padahal, saya memang sudah lama ingin mobil untuk saya gunakan sendiri. Tapi ya saya enggak kuat kalau harus beli cash, makanya saya rencananya beli secara kredit," kata ibu dari dua anak tersebut.

Anak pertama N sudah duduk di bangku SMK. Sedangkan, anak keduanya baru berumur 10 tahun. Terlebih, ia sudah cerai dengan suaminya. Anak-anaknya kini berada dalam pengasuhan mantan suaminya.

"Saya sudah lapor ke polisi, di kantor polisi saya nangis terus, saya lapor ke Polsek Depok Barat. Karena kan kejadiannya di wilayah hukum Polsek Depok Barat makannya saya diminta untuk bikin laporan ke Polsek Depok Barat," paparnya.

Untuk bertahan hidup, N mengaku jika masih bertahan dengan pekerjaannya sebagai PSK. Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena untuk mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 ini sungguh sulit.

"Mendingan kerja kayak begini dari pada nyuri atau nyolong, cerai itu sudah lama, cerai sebelum umur 30 tahun, dua anak ikut bapaknya, tapi anakku masih sering bertemu dengan saya," terang N.

"Pandemi tamu berkurang. Semakin sulit. Satu hari itu saya menghasilkan berapa saja, yang penting saya jangan dibayar sedikit banget, pernah juga enggak dibayar. Risiko sih seperti ini. untuk kehidupan sehari-hari ya saya masih kerja," ujarnya.

N menyerahkan proses hukum selanjutnya kepada pihak kepolisian. Harapannya, uang miliknya sebesar Rp25 juta bisa kembali. "Saya serahkan ke pak polisi saja. Modusnya itu diiming-imingi mobil cepat turun. Harganya dari pelaku 135 juta Honda Brio. Saya cek langsung ke dealer ternyata enggak ada uang masuk ke dealer," jelasnya lagi.

Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiyanto membenarkan soal kasus penipuan yang dialami oleh N. Laporan N juga sudah diterima oleh jajaran Satreskrim Polsek Depok Barat.

"Ya, ada laporan penipuan, masih diperiksa di Reskrim tapi belum di meja saya karena masih diperiksa. TKP-nya di Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman," katanya.