11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA-- Bantuan sosial (bansos) bagi Keluarga Penerima Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) di Kota Jogja mulai dibagikan. Pembagian bansos kali ini didistribusikan berjenjang agar tatap muka dapat dikurangi.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan dan Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kota Jogja, Tri Maryatun menyebutkan jika bantuan sosial yang bersumber dari APBN tersebut dibagikan melalui RT. Bansos senilai Rp300.000 selama empat bulan, dibagikan dinas melalui wilayah. Pihak Dinsos Nakertrans membagikan bansos ke Kemantren, dimana selanjutnya diteruskan kepada Lurah yang kemudian adan dibagikan melalui RT
"Dikarenakan Covid-19, tidak seperti tidak tahun-tahun lalu, [pembagian bansos] berjenjang. Kita bersurat ke wilayah untuk minta tolong Kemantren untuk menyampaikan [bansos] ke Kalurahan, kemudian Kalurahan ke RT. Jadi supaya mengurangi tatap muka," terangnya pada Selasa (2/2).
Perempuan yang disapa Atun itu menjelaskan jika saat ini bansos APBN sudah mulai dibagikan kepada masyarakat sejak pekan lalu. Ditargetkan pada Februari, bukti tanda terima KMS penerima bantuan dapat diserahkan kembali ke Dinsos. "Sudah mulai dibagikan mulainya sudah pekan lalu, Selasa (26/1/2021). Ini masih proses terus. Di surat kami, kami kan bersurat ke Kemantren dan Kalurahan, harapannya tanggal 11 Februari itu sudah masuk ke Dinsos tanda terima penerimaan KMS dari masing-masing Kalurahan," terangnya.
Bila saat distribusi diketahui penerima bansos tidak sesuai dengan alamat maupun data, maka bansos selanjutkan dikembalikan lagi ke Dinsos Nakertrans Kota Jogja. Oleh karena itu, kepada penerima bansos Atun berpesan untuk memeriksa terlebih dahulu apakah ada kekeliruan nama maupun anggota keluarga saat bansos diberikan. Bila ada kekeliuran, maka akan dibuatkan surat keterangan.
Adapun total KSPJS Kota Jogja 2021 mencapai 15.845 KK atau 48.269 jiwa. Dijelaskan Kepala Dinsos Nakertrans Kota Jogja, Maryustion Tonang jika data KSPJS 2021 meningkat. Dibanding dengan jumlah KSJPS 2020, jumlah KSJPS 2021 menurut Tion alami peningkatan signifikan. Peningkatan jumlah KSJPS menurut Tion disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang mendera beberapa bulan lamanya.
"Ketika kami sandingkan [data KSJPS 2021] dengan tahun sebelumnya, hasil pendataan itu memang ada kenaikan. Hal itu disebabkan karena apa, ya karena Covid-19. Pasti ada kenaikan, kalau untuk [jumlah KSPJS] KK-nya naik sekitar 8,53 persen dibanding tahun sebelumnya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.