Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menetapkan tanggap darurat bencana di Kapanewon Girisubo selama 14 hari mulai 2-15 Februari mendatang. Kebijakan ini ditetapkan mengacu pada terjadinya bencana pada Minggu (31/1/2021) lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan surat usulan penetapan status tanggap darurat bencana di Kapanewon Girisubo sudah diserahkan kepada bupati. keputusan meningkatkan status kebencanaan ini tidak lepas dari hasil koordinasi rapat yang berlangsung pada Senin (1/2/2021) lalu. “Disepakati untuk tanggap darurat bencana selama 14 hari. Kebijakan ini berlaku mulai 2-15 Februari mendatang,” kata Edy, Kamis (4/2/2021).
Dia mengatakan penetapan tanggap darurat tidak harus melingkupi satu kabupaten karena untuk wilayah kapanewon juga bisa dilakukan hal sama. Terlebih lagi, kata Edy, dampak dari hujan deras yang terjadi pada Sabtu (30/1/2021) sangat terasa di masyarakat karena tidak hanya menyebabkan jembatan putus, sekolahan terendam hingga rumah-rumah warga ikut terkena dampak dari banjir.
“Jadi untuk tanggap daruarat tidak harus satu kabupaten, tapi satu titik sudah bisa untuk dasar menaikan status di wilayah bersangkutan,” ujar dia.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan sudah mendatangi lokasi jembatan putus di Songbanyu, Girisubo. Menurut dia, pengecekan lokasi sebagai upaya melakukan kajian terkait dengan upaya perbaikan.
Meski demikian, Wadiyana belum bisa memastikan berapa kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan yang putus tersebut. “Masih kami lakukan kajian,” katanya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya, mengatakan warga Songbanyu sangat terdampak dengan putusnya jembatan akibat banjir yang melanda pada Minggu dini hari lalu. Menurut dia, untuk menuju ke kapanewon, warga harus memutar belasan kilometer. “Berhubung jembatan putus, satu-satunya akses tinggal yang lewat wilayah Wonogiri, Jawa Tengah,” katanya.
Arif menambahkan, hujan deras tidak hanya menyebabkan jembatan putus karena juga menyebabkan banjir di sejumlah titik seperti di kawasan Pantai Sadeng dan SMP Negeri 1 Girisubo. “Meski ada beberapa kerusakaan, tapi peristiwa tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.