3 PPPK Gunungkidul Dipecat, Dua Terlibat Perselingkuhan
Tiga PPPK di lingkungan Pemkab Gunungkidul dipecat karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya terlibat perselingkuhan hingga hamil.
Ilustrasi Vaksin COVID-19. /FOTO ANTARA -Irwansyah Putra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses vaksinasi corona perdana di Gunungkidul dilaksanakan pada Kamis (28/1/2021) lalu. Meski demikian, hingga satu minggu pasca-penyuntikan belum ada satu pun keluhan dari penerima vaksin.
Salah satu penerima vaksin ini adalah Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati. Menurut dia, hingga satu minggu pasca disuntik tidak mengalami gejala maupun keluhan terkait dengan vaksinasi.
“Tidak ada efeknya. Di sekitar suntikan juga tidak sakit atau bengkak. Sedangkan untuk kondisi tubuh juga baik-baik saja,” kata Heru saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 di Sleman Diklaim Turun setelah Kebijakan Pembatasan
Menurut dia, berdasarkan dari hasil sosialisasi akan ada reaksi pasca vaksin. Hal ini dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). “Setiap hari saya ke ruang vaksinasi, dan sampai sekarang belum ada keluhan yang kronis seperti mual-mual hingga demam,” katanya.
Heru menuturkan keluhan yang diterima hanya sebatas mengantuk dan lapar usai disuntik vaksin. “Makanya disuruh mengisi form terkait dengan keluhan pasca penyuntikan untuk mengetahui kondisi masing-masing penerima vaksin,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, adanya KIPI merupakan hal yang wajar karena apapun yang dimasukan kedalam tubuh akan menimbulkan reaksi.
Baca juga: Data LBH Jogja: 35.942 Orang Jadi Korban Penggusuran Setahun Terakhir
Meski demikian, Dewi mengakui belum ada laporan berkaitan dengan keluhan pasca vaksin dilakukan. “Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak resah dengan vaksin Sinovac. Sebelum digunakan, vaksin ini sudah melalui uji klinis sehingga aman saat dipakai. “Tidak usah resah atau percaya rumor yang beredar karena vaksin ini aman dan sudah melalui uji klinis,” katanya.
Menurut Dewi, pasca-suntikan pertama, penerima vaksin akan kembali menerima suntikan untuk yang kedua. Rencananya, suntikan tersebut diberikan setelah 14 hari pelaksanaan vaksin. “Jadi untuk yang kedua akan dilakukan Kamis minggu depan. Mekanismenya memang harus dua kali penyuntikan dengan jeda waktu 14 hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PPPK di lingkungan Pemkab Gunungkidul dipecat karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya terlibat perselingkuhan hingga hamil.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.