Viral Pasutri Asal Kalasan Rutin Kirim Pempek Gratis ke RS, Alasannya Sangat Inspiratif

Tangkapan layar postingan akun Twitter jhonli22 tentang UMKM pempek yang selalu mengirimkan paket pempek gratis kepada para tenaga kesehatan di RS di Jogja. - Twitter @jhonli22
09 Februari 2021 15:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Perjuangan para tenaga kesehatan (nakes) dalam merawat pasien Covid-19 menyita perhatian masyarakat. Dalam kondisi seperti ini di mana segala bentuk aktivitas dibatasi agar Covid-19 tidak semakin merajalela, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendukung para nakes tersebut, selain dengan doa.

Satu hari lalu, Senin (8/2/2021), pemilik akun Twitter @jhonli22 yang mengaku seorang nakes di salah satu rumah sakit di Jogja, menceritakan adanya seorang pelaku UMKM makanan pempek yang selalu mengirimkan produk olahannya untuk para nakes. Makanan itu dibagikan gratis sebagai asupan para nakes yang telah banting tulang merawat pasien Covid-19.

"Halo saya salah satu nakes RS di Jogja. Ijin share cerita menginspirasi ya. Selama berjaga di RS di masa pandemi ini ada satu UMKM kecil di Jogja yang rajin banget ngirim makanan ke RS kami," tulisnya dikutip Harianjogja.com, Selasa (9/2/2021).

Ia mengunggah cerita itu dilengkapi dengan foto pempek di dalam mika komplit dengan kuah cuko dan mentimunnya.

Ia rutin menerima kiriman pempek itu sekali dalam seminggu. "Lumayan banget lho habis seharian pake APD, perut pasti laper, makan pempek ini bs ganjel perut," lanjut dia.

Dan hebatnya, UMKM pempek ini juga mengirimkan paket yang sama untuk RS lain. Hal itu terlihat dari status Whatshapp teman-teman nakes di RS lain.

Penasaran dengan siapa pengirimnya, @jhonli22 pun menelusuri alamat rumah produksi pempek yang tertera pada stiker di kemasan. Ternyata, penjual pempek itu adalah pasutri 55 tahun yang hanya tinggal berdua di daerah Kadirojo, Kalasan. Mereka mendirikan usaha berdua sementara anaknya pergi merantau ke luar kota.

"Tempatnya terpencil, di ujung jalan buntu, tapi.... warungnya estetik,"tulis @jhonli22.

Harianjogja.com juga mencoba mencari nomor kontak dari pemilik UMKM itu. Setelah menelusuri di Instagram dan Twitter, ditemukan bahwa usaha itu bernama Pempek Samsar dengan pemiliknya bernama Budi dan Yudha.

Dengan respon yang cepat, Budi langsung menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Perempuan itu berkisah bahwa aksinya dilatarbelakangi rasa ingin membantu para nakes. "Saya ga bisa bantu rawat pasien, ya saya bisa bantu dengan kasih paket makanan," tulis Budi melalui aplikasi perpesanan Whatsapp.

Aksi sosialnya itu sebenarnya berawal dari donasi customer Pempek Samsar. Mereka memesan pempek dan meminta Budi mengirimkankan ke RS terdekat. "Lalu kami siap aja dijadikan perantara kalo ada yang mau donasi melalui kami. Tapi sejak akhir tahun, jadi dikit yang donasi karena Jogja makin sepi. setelah itu ya kami lanjutin aja donasi ke RS/ puskesmas terdekat sampai saat ini," jelas Budi.

Setidaknya 20-30 paket pempek ia kirimkan untuk satu rumah sakit. Sejauh ini, beberapa rumah sakit yang pernah menerima paket gratis itu antara lain Panti Rapih, RS Bhayangkara, Hermina, RS Prambanan, RS Islam Kalasan, dan masih banyak lagi.

Sumber : Twitter, Instagram