Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Kondisi tanah longsor yang ditutup terpal di Karang Miri, 7/320 RT 18/RW Kalurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja-Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-- Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kota Jogja setelah diguyur hujan lebat Senin (8/2/2021) lalu. Salah satu talut penahan rumah warga di Giwangan longsor sepanjang 20 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat menjelaskan kejadian longsor terjadi pada Senin (8/2/2021) siang di rumah warga Ponggalan, Karang Miri, 7/320 RT 18/RW Kalurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo. "Sementara dari hasil asesmen tadi, rembugan masyarakat dan TRC, sementara bantuannya berupa terpal," jelasnya, Selasa (9/2/2021).
Nur menyebutkan penyebab longsor di area tersebut karena hujan lebat yang terjadi. "Akibat hujan kemarin, di sana kan kebetulan daerahnya tebingnya tinggi, itu terus longsor gitu. Tapi alhamdulillah tidak berdampak korban jiwa," ujarnya.
BACA JUGA: Warga Gunungkidul di Zona Hijau dan Kuning Covid Boleh Gelar Hajatan
Berdasarkan pemantauan BPBD lokasi rawan longsor di Kota Jogja, disebutkan Nur berada di daerah yang memiliki tebing-tebing yang tinggi. Namun Nur memambahkan di Kota Jogja tidak ada daerah yang rawan longsor dengan volume yang besar. "Itu paling pinggir-pinggir sungai itu, lahan-lahan kosong itu [yang rawan]," jelasnya.
Pemilik rumah tempat terjadinya longsor, Thorikin menceritakan longsoran terjadi pada Senin (8/2/2021) sekitar pukul 13.00 WIB. Thorikin yang sudah mengamati derasmya hujan sempat menjebol ujung saluran pembuangan air di halamannya agar laju air makin kencang. Sayangnya hal yang Thorikin lakukan belum berhasil membuat air lekas surut. "Sudah saya jebol ujungnya itu, ternyata enggak bisa langsung surut akhirnya airnya malah ke arah berlawanan. Lama kelamaan tembok [samping rumah] dan fondasinya ambrol," tuturnya.
Menurut perkiraan Thorikin, longsoran terjadi sepanjang 20 meter tepat di samping rumahnya. Bahkan bagian belakang rumahnya ada titik dimana dasar rumah mengambang karena tanah growong. Selain hujan lebat, diakui Thorikin fondasi talut rumahnya dulu tak dibangun menggunakan otot-otot besi sehingga runtuh. "Begitu tahu longsor saya minta bantuan warga untuk kerja bakti, dikasih bagor sama terpal," ujarnya.
Saat ini separuh tembok dan fondasi talut rumah Thorikin telah longsor, sedangkan sisanya sudah miring. Thorikin yang tinggal bersama istri dan tiga anaknya bersama mertua baru mendapatkan bantuan berupa terpal untuk menutup bekas longsoran. Pihaknya berharap adanya perbaikan fondasi talut yang bersifat jangka panjang kedepannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026