Mulai Diterapkan di DIY, PTKM Mikro Belum Dipahami Masyarakat Desa

Spanduk larangan berkunjung terpasang di muka jalan masuk Desa Wisata Tembi, Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Minggu (29/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 Februari 2021 15:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro mulai diterapkan di Bantul, Selasa (9/2/2021). Namun, sampai saat ini kebijakan ini belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di tingkat desa.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kalurahan Timbulharjo Sawabi mengaku baru mendapatkan instruksi bupati Bantul No.5/instr/2021 terkait dengan penerapan PTKM Mikro, Selasa ini.

BACA JUGA: Punya 3 Kaki dan 2 Dubur, Ayam di Kulonprogo Bikin Penasaran Banyak Orang

Dia belum mengetahui secara jelas kriteria zona hijau, kuning, oranye,dan merah seperti diatur di Instruksi Bupati Bantul yang dikeluarkan per Senin (8/2/2021). Atas dasar itulah, kalurahan belum bisa memastikan mengenai gambaran zonasi wilayahnya.

“Untuk penetapan zonasi dan teknis nanti seperti apa? Kami belum mengetahui. Surat baru kami terima. Sampai kini, belum ada wilayah kami yang menerapkan lockdown,” ucap Sawabi.

Persoalan belum adanya lockdown wilayah juga diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul Ani Widayani.

Ani mengatakan, sampai saat ini belum ada daerah di Bantul yang menerapkan lockdown. Selain itu, Kalurahan Sumbermulyo, Bambanglipuro yang dipimpin Ani juga tidak masuk zona merah.

“Belum ada. Sejatinya sebelum ada kebijakan PTKM mikro, sejatinya kami di kalurahan Sumbermulyo telah menerapkan kebijakan untuk membentuk tim satgas di tingkat dusun,” terang Ani.