Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjgja.com, JOGJA—Tingkat okupansi hotel di DIY selama libur Imlek kali ini, masih belum sesuai yang diharapkan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan okupansi rata-rata pada libur Imlek ini di DIY pada kisaran 25%. Angka tersebut jika dibandingkan dengan libur Imlek tahun lalu masih jauh. “Libur Imlek tahun lalu rata-rata sampai dengan 60%, lumayan mengobati saat low season,” ucap Deddy, Minggu (14/2/2021).
Deddy mengungkapkan kondisi perhotelan saat ini semakin berat. Belum ada lagi informasi hotel yang tutup, dan kembali buka kembali saat ini. Meski begitu, Deddy mengungkapkan berbagai upaya dilakukan hotel untuk dapat bertahan.
“Selain promo, kami membuat paket wisata sepeda yang saat ini juga lagi ngetrend, Jogja juga tren menjadi pilihan. Lumayan dapat membantu hotel,” ucapnya.
BACA JUGA: Tak Dapat Bed, Sejumlah Pasien Covid-19 di Sleman Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri di Rumah
Terpisah, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji mengatakan kondisi industri pariwisata saat ini memang terlampau berat. Terlebih dengan kebijakan pembatasan-pembatasan yang dikeluarkan pemerintah.
Dia mengatakan untuk kebijakan pembatasan yang dilakukan menurutnya akan lebih baik jika memperhatikan karakter masing-masing daerah. Tidak bisa seperti yang dilakukan saat ini pembatasan Jawa Bali. “Jawa Timur, Jakarta mungkin bisa melakukan WFH, tetapi Jogja Bali yang mengandalkan pariwisata akan sulit ini. Pertanyaannya apakah sudah dikaji mendalam,” ucapnya.
Bobby berharap kedepan ada kebijakan yang lebih memudahkan akses pariwisata ini. “Kami terima kasih atas bantuan-bantuan yang diberikan, seperti hibah, tetapi akan lebih baik kami harapkan jika kemudahan akses itu, dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat pastinya,” ujar Bobby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.