Stok Vaksin Covid-19 di DIY Tak Sebanding dengan Jumlah Penerima, Ini Datanya!

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
19 Februari 2021 19:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Program vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk sumber daya manusia kesehatan (SDMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ditargetkan selesai pada pekan ini terancam mundur. Hal ini disebabkan karena stok vaksin yang ada sekarang tidak sebanding dengan jumlah penerima yang terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan Pemda DIY telah menargetkan program vaksinasi untuk SDMK dapat tuntas paling lambat Minggu (21/2/2021). Target itu berdasarkan penghitungan jumlah penerima vaksin yakni sekitar 34.000 orang, dengan stok vaksin yang diajukan Pemda kepada pemerintah Pusat, berkisar 68.000 dosis. Masing-masing penerima mendapat dua dosis.

Dalam perjalanannya, data penerima mengalami penambahan seiring berubahnya sejumlah aturan tentang kriteria penerima vaksin berdasarkan keputusan Kementrian Kesehatan RI. Di antaranya kriteria penerima vaksin bagi SDMK berusia lanjut atau yang memiliki komorbid. Dua kriteria itu pada awalnya belum dibolehkan ikut vaksin, tetapi di aturan baru sudah bisa masuk target sasaran.

"Perubahan aturan itu membuat data [penerima vaksin] kita terus bergerak. Kalau dulu cuma 34.000 penerima, akhir-akhir ini naik jadi sekitar 41.000 penerima," ujar Pembajun, kepada awak media Jumat (19/2/2021).

Pembajun mengatakan imbas dari data yang bergerak sangat dinamis itu membuat stok vaksin sementara tidak cukup untuk target sasaran, terutama SDMK yang baru masuk pendataan setelah adanya perubahan aturan.
Adapun hingga saat ini prosentase SDMK yang sudah mendapat vaksinasi di DIY sekitar 90 persen.

"Kendala kita saat ini hanya di vaksinnya. Kalau ke SDM vaksinatornya sudah siap, tapi vaksin yang kita terima belum 100 persen. Kenapa belum karena datanya bergerak terus," ujarnya.

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY: Bantul Dominasi Kasus Baru

Saat ini Dinkes DIY sedang berupaya mengajukan penambahan vaksin dari pemerintah pusat. Jumlah yang diajukan sekitar 2.000 dosis. Diharapkan stok anyar ini bisa segera datang sehingga target penuntasan vaksinasi tidak mundur.

Setelah vaksinasi tahap pertama tuntas, DIY akan memulai program vaksinasi tahap kedua. Para penerima vaksin tahap kedua yang masih dalam tahap pendataan itu terdiri dari petugas pelayanan publik di instansi pemerintah baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil, Aparatur Sipil Negara maupun, Tenaga Kontrak. Selain itu juga anggota kepolisian dan TNI. Pendataan juga menyasar kalangan lansia serta secara khusus pedagang dan warga di kawasan Malioboro, Jogja.

"Ya, nanti pedagang dan keluarga di kawasan Malioboro termasuk Beringharjo ikut dalam tahap kedua ini sebagai contoh penerima vaksin," jelas Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.