Program Pesantren di Selter Dinilai Kuatkan Mental Pasien Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy menilai Selter Gose Isolasi Mandiri Muhammadiyah, Bantul pada Kamis (18/2/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
19 Februari 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan selter-selter di lingkungan masyarakat dinilai dapat membantu penanganan Covid-19. Selter Gose Isolasi Mandiri Muhammadiyah, Bantul misalnya, mendapat pujian dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy karena menghadirkan program pesantren Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy menilai Selter Gose Isolasi Mandiri Muhammadiyah, Bantul memiliki fasilitas yang memadai untuk merawat pasien OTG. Menurutnya langkah yang diambil Muhammadiyah dalam membangun lima selter di DIY termasuk konkret dan representatif menampung para pasien Covid-19. "Saya kira kualifikasinya ini tidak hanya untuk OTG, tetapi juga untuk yang bergejala ringan sangat dimungkinkan kalau nanti dalam keadaan terpaksa darurat," jelasnya pada Kamis (18/2/2021).

"Tentu saja doa kita jangan sampai ada yang masuk di sini walaupun sudah disiapkan sangat baik. Tetapi kalau akhirnya harus ada, mohon [pasien] dilayani sungguh-sungguh dengan standar pelayanan medis yang berlaku, dan saya lihat sudah disiapkan dengan baik," imbuh Muhadjir.

Baca juga: Ini Penyebab Pembayaran Insentif Nakes Covid-19 di DIY Tersendat

Muhadjir menilai fasilitas di Selter Gose Isolasi Muhammadiyah Bantul sudah lengkap. Selain itu tata laksananya pun terstruktur mulai dari cara penerimaan pasien, cara perawatan, hingga tata cara pembuangan limbah akhir semuanya sudah memenuhi SOP dari Kemenkes. "Dan yang patut saya garis bawahi di sini adalah penderita Covid-19 bisa memanfaatkan momentum yang sangat tidak enak itu menjadi lebih bermanfaat dengan adanya pengajian atau pesantren covid," tuturnya

Menurut pandangan Muhadjir, pesantren dapat menguatkan mental pasien di dalam menghadapi Covid-19. Dia berpendapat jika sebenarnya faktor ketenangan, kestabilan mental, jauh dari stress cukup andil besar dalam menentukan apakah pasien Covid-19 itu bisa sembuh atau tidak.

Baca juga: Hasil Survei di Jogja & Jakarta, Generasi Z Paling Banyak Tak Percaya Covid-19

"Karena itu kalau mereka masuk pesantren mentalnya disiapkan dengan baik menghadapi Covid-19. Mereka sekaligus berbelanja pengalaman pengetahuan keagamaan selama mengalami Covid-19. Mudah-mudahan justru akan menaikkan imunitas dan kadar ketakwaannya," ungkapnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, M. Ismawan yang mendampingi Muhadjir dalam kunjungannya ke selter menyebutkan jika pendirian selter oleh Muhammadiyah sebagai bentuk keikutsertaan Muhammadiyah dalam rangka membantu pemerintah untuk memutus tali penularan Covid-19. Setiap malam ada program Muhammadiyah Weekview untuk seluruh penyintas dan pasien Covid-19 yang kemudian masing-masing kita sebut sebagai pesantren Covid-19.

"Saya kira ini menjadi tradisi kita di Muhammadiyah membikin ini jadi pesantren. Ini ibadah luar biasa dalam kegiatan selter dalam 24 jam. Agar ini menjadi upaya kita bersama bahwa kita serius dalam membantu pemerintah untuk memutus tali penularan Covid 19 ini," tandasnya.