Rp1,1 Triliun Dana Ganti Rugi Jalan Tol Jogja-Solo Sudah Tersalurkan ke Warga

Ilustrasi. - Freepik
23 Februari 2021 18:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dana ganti kerugian yang disalurkan kepada warga terdampak jalan tol Jogja-Solo (Joglo) baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah mencapai Rp1 triliun. Hari ini, ganti kerugian bagi 136 pemilik bidang di Temanggal 2, Sleman kembali disalurkan.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi mengatakan total dana ganti kerugian yang sudah disalurkan baik di wilayah DIY maupun Jawa Tengah sebesar Rp983,1 miliar. Sebanyak Rp692 miliar disalurkan di wilayah Jawa Tengah dan Rp291,1 miliar disalurkan di DIY.

Adapun luas lahan yang sudah dibebaskan sebanyak 740.095 meter persegi dengan rincian sebanyak 630.131 meter persegi di wilayah Jawa Tengah dan 109.964 meter persegi yang dibebaskan di wilayah DIY, baik di Temanggal 2 maupun Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan. "Total jumlah bidang yang sudah dibebaskan sebanyak 604 bidang di Jateng dan 234 bidang di DIY," katanya, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA: Kronologi Protes Pabrik Rokok Berujung Penahanan 4 Ibu dan 2 Bayi

Dia mengatakan, proses pembayaran ganti kerugian untuk ruas Tol Jogja-Solo terus dilanjutkan. Kali ini, lanjut Galih, Satker melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) kembali menyalurkan dana ganti kerugian bagi 136 pemilik bidang di Temanggal 2. Sebanyak 112 bidang berasal dari 125 bidang yang diajukan oleh Satker pada pekan lalu, dan 24 bidang merupakan limpahan dari pengajuan pada tahap pertama.

"Penyaluran dana ganti kerugian dilakukan pada Rabu (24/2/2021) ini dan Kamis (25/2/2021) besok dengan total dana yang disalurkan Rp182,98 miliar. Kami lakukan dua hari untuk mematuhi protokol kesehatan, menghindari adanya penumpukan dan memecah konsentrasi massa," katanya.

Dengan tambahan dana yang disalurkan tersebut (Rp983,1 miliar plus Rp182,98 miliar), maka total penyaluran dana ganti kerugian kepada warga terdampak sudah mencapai Rp1,16 triliun. "Untuk 11 bidang lainnya di Kadirojo 2, masih menunggu penjadwalan dari BPN," katanya.

Disinggung soal kelanjutan proses penilaian lahan terdampak oleh tim appraisal untuk dusun-dusun lainnya, Galih mengatakan jika Satker menjadwalkan kelanjutan tahapan tersebut pada Maret mendatang. Kelanjutan proses penilaian akan dilakukan di tiga dusun sekaligus. Mulai dari Dusun Kadirojo 1, Temanggal 1 dan Cupuwatu 2, Purwomartani. "Kami rencanakan tahapan penilaian selanjutnya dilakukan pada Maret mendatang. Mudah-mudahan tidak ada kendala," kata Galih.