Calon Penerima Program Graduasi PKH di Bantul Mulai Disaring

Ilustrasi bantuan
24 Februari 2021 17:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bantul mulai memasuki tahap asesmen. Sejumlah PKH harus menjalani asesmen agar dapat mengikuti program ini.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin menjelaskan program graduasi PKH tidak menggunakan prinsip pendaftaran. Peserta program graduasi PKH dipilih oleh pendamping PKH. Selanjutnya beberapa PKH terpilih harus menjalani asesmen terlebih dahulu.

"Untuk program graduasi itu tidak daftar. Tapi diasesmen teman-teman pendamping PKH yang sudah punya usaha dan bisa dibidik untuk graduasi kondisi ekonominya sudah semakin baik," jelasnya pada Rabu (24/2).

Anwar menyebutkan mulai hari ini asesmen ke sejumlah PKH dilakukan. Sampai kini sudah ada 200 PKH yang di asesmen. Ditargetkan 600 PKH Bantul dapat mengikuti program graduasi PKH tahun ini. "Dianggarkan 600 KPM masing-masing mendapat Rp3 juta," ujarnya.

"Syaratnya harus masih sebagai KPM PKH, sudah punya rintisan usaha, bersedia untuk mundur dari PKH dengan menandatangani surat pernyataan," imbuhnya.

BACA JUGA: Harga Cetak Rekor Tertinggi dalam 7 Tahun, Kedelai Terancam Langka

Lewat tambahan modal usaha senilai Rp 3 juta, Anwar berharap bantuan yang diberikan bisa menambah modal dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para penerima PKH kedepannya. Bila target terlampaui maka sebanyak 600 KPM tidak berstatus lagi miskin yang berdampaknya pada berkurangnya angka kemiskinan Bantul.

Sebelumnya Kepala Bappeda Bantul, Isa Budi Hartomo menyampaikan terjadi kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul pada 2020. Angka kemiskinan naik sekitar satu persen dibanding tahun sebelumnya dari kisaran 12 persen naik di kisaran angka 13 persen. "Angkanya naik, kami berupaya di tahun 2021 pemulihan ekonomi dengan panglimanya di sektor kesehatan," tandasnya.