Yu Kinanti Mbagehi Sediakan Nasi Gratis Setiap Hari

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (kanan) saat meresmikan program nasi gratis YU Kinanti Mbagehi di Kampung Kepatihan RW 08 Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Jogja. - Ist
26 Februari 2021 08:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kelurahan Purwokinanti meluncurkan inovasi Yu Kinanti Mbagehi di Kampung Kepatihan RW 08, Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja. Program tersebut merupakan program saling bantu dengan membagikan nasi gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Lurah Purwokinanti, Sugiarti mengatakan jika nasi bungkus gratis ini dapat dinikmati seluruh warga masyarakat, namun satu orang hanya bisa mengambil satu bungkus. “Program ini inovasi Kalurahan Purwokinanti itu sedekah umum siapa pun boleh ambil siapa pun boleh naruh,” kata Sugiarti, Kamis (25/2/2021).

BACA JUGA : Paket Makanan Disalurkan untuk Masyarakat Kurang Mampu

Rencananya etalase tempat sedekah nasi dan minuman tersebut akan diletakkan di Jalan Juminahan. Siapapun boleh menaruh nasi, minuman, atau makanan lainnya di etalase tersebut dan siapapun boleh mengambilnya. Menu yang disajikan harus memenuhi keseimbangan gizi dari segi pemenuhan karbohidrat, protein dan sayur.

Aksi berbagi di masa pandemi Covid-19 tersebut akan digelar setiap hari, namun jamnya bisa berbeda-beda, bisa pagi, siang, atau sore. Sebelumnya Sugiarti saat menjadi Lurah Tahunan juga meluncurkan dapur umum yang setiap hari membagikan nasi gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengapresiasi program Yu Kinanti Mbagehi tersebut. Menurutnya program itu menunjukan solidaritas warga Jogja dimasa pandemi ini, saling mendukung untuk bangkit bersama. Selain di Purwookinanti, program serupa diakuinya juga ada di sejumlah kalurahan dan diharapkan terus berkembang.

BACA JUGA : Komunitas Ini Berbagi Kebahagiaan lewat Buku

Dia berharap program tersebut terus bertahan sebagai bagian dari kepedulian antarwarga. “Program ini respon masyarakat sebagai bagian dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Heroe.

Lebih lanjut Heroe menambahkan kegiatan saling berbagi sebelum adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hampir ada di tiap kalurahan. Saat ini adanya PPKM berskala mikro yang langsung menyasar ke tingkat RW dan RT, fokus masyarakat selain saling peduli untuk membantu bagi warga yang mengalami pengurangan penghasilan juga fokus bagaimana mengawal keluar masuk warga di kampungnya masing-masing dalam rangka menekan penularan Covid-19.

Satgas Covid-19 di tingkat kalurahan sampai kampung diberi kewenangan untuk memantau mobilitas warga dan mengawasi ketika ada yang harus isolasi.