Harapan Apdesi Bantul di Kepemimpinan Halim-Joko

Pelantikan bupati dan wakil bupati. - Ist/Pemda DIY.
27 Februari 2021 11:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Bantul Ani Widayani mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo yang resmi dilantik menjadi bupati dan wakil Bupati Bantul. Ani yang juga lurah di Sumbermulyo, Bambanglipuro ini berharap agar visi dan misi dari keduanya sebagaimana diutarakan saat kampanye mampu direalisasikan.

“Utamanya bantuan Rp50 juta hingga Rp100 juta tiap tahun per dusun. Kami mendukung program bantuan ini, karena kenyataan selama ini tidak semua dusun mendapatkan bantuan yang sama. Ada yang mendapatkan bantuan cukup besar, ada yang sedikit. Bahkan, ada yang sama sekali tidak mendapatkan,” kata Ani.

BACA JUGA : Usai Dilantik, Halim-Joko Langsung Tancap Gas

Oleh karena itu, Ani berharap nantinya dengan adanya bantuan Rp50 juta ini, pemerintah desa bersama dengan pemerintah dukuh bisa bersinergi dalam hal pembangunan. Diakui oleh Ani, dengan kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini dihadapi, pemerintah desa sangat sulit merealisasikan rencana pembangunan.

“Karena anggaran di refocusing juga. Untuk itu kami berharap agar bantuan ini mampu membuat kami bersinergi. Setelah bantuan ini, ada pekerjaan yang harus segera dibenahi oleh Pak Halim dan Pak Joko, yakni meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat dusun. Dan ini harus dilakukan, agar semua bisa bersinergi demi kemajuan bersama,” ungkap Ani.

Harapan terkait dengan kepemimpinan Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo juga dilontarkan oleh pelaku wisata. Pengelola Puncak Sosok Rudy Haryanto berharap keduanya mampu mengemban amanah dan mampu menjalankan visi misi yang telah disampaikan pada kampanye beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi

Selain itu, Rudy berharap dirinya bersama dengan para pelaku wisata lainnya untuk mendapatkan kelonggaran, utamanya dalam hal jam buka. Sebab, adanya kebijakan pembatasan di tengah pandemi Covid-19, cukup berdampak kepada pendapatan mereka.

“Apalagi kami kan wisata malam. Dengan adanya pembatasan, praktis kami tidak bisa bergerak. Kami hanya minta ada pelonggaran sedikit untuk jam buka. Soal penerapan protokol kesehatan, dari kemarin, kami sudah siap menerapkannya,” katanya.