Kesempatan Sukses Bersama SMK-SMTI Jogja

Gedung SMK-SMTI Jogja - Sirojul Khafid
01 Maret 2021 07:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Sekolah Menengah Kejuruan – Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Jogja membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021. Ada tiga jalur utama melalui rapor, reguler, dan jarvis.

Seleksi jalur rapor berlangsung dari 1 Februari sampai 5 Maret 2021. Sedangkan jalur reguler dan Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis) berlangsung dari 8 Maret sampai 28 Mei 2021.

Menurut ketua PPDB SMK-SMTI Jogja Endah Yuli Astanti, sejak tahun lalu serangkaian proses PPDB berlangsung secara daring, termasuk tahap daftar ulang. Seleksi PPDB melalui jalur rapot berisi dua tahap penyaringan. Tahap pertama melalui nilai akademi. Panitia PPDB akan melihat tiga nilai mata pelajaran (mapel) yaitu matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (Kimia dan Fisika), serta Bahasa Inggris.

Pertimbangan tiga nilai itu agar selaras dengan jurusan yang tersedia di SMK-SMTI Jogja yaitu Kimia Industri, Kimia Analisis, dan Teknik Mekatronika. “Tiga jurusan ini membutuhkan logika dasar. Kami ambil dari tiga mapel ini, terutama untuk matematika,” kata Endah saat ditemui di SMK-SMTI Jogja pada Jumat (26/2/2021).

“Bahasa Inggris untuk komunikasi, karna SMK-SMTI merupakan sekolah berwawasan global. [Agar nantinya] bisa bersaing dengan sumber daya manusia (SDM) dari luar negeri.”

Setelah lolos tahap seleksi nilai akademi, selanjutnya calon siswa-siswi akan mengikuti tahap wawancara. Dari total kuota 288, jalur rapor akan menyaring 72 calon siswa-siswi. Sementara itu, kuota sebanyak 216 anak berada pada seleksi reguler dan Jarvis. Seleksi Jarvis merupakan seleksi bersama seluruh sekolah vokasi yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dalam Jarvis hanya menyeleksi siswa-siswi melalui Tes Potensi Akademik (TPA).

Pada seleksi reguler, calon siswa-siswi akan menjalani tiga tahap berupa tes tulis, TPA, dan wawancara. SMK-SMTI Jogja telah siap dengan dua skenario. Apabila sampai Mei atau Juni 2021 belum bisa mengadakan seleksi secara langsung, maka akan dilaksanakan seleksi secara daring.

Proses seleksi yang ada untuk mengoptimalkan kemampuan calon siswa-siswi ke depannya, terutama di dunia industri. “Visi kami adalah menyediakan SDM industri yang tangguh, berwawasan global, dan bisa bersaing,” kata Endah yang juga Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMK-SMTI Jogja.

Tidak semata-mata mencari atau membentuk siswa-siswi yang pintar, SMK-SMTI juga berupaya memberikan karakter yang tangguh, jujur, dan tanggung jawab. Penilaian ini menjadi penting sejak para siswa-siswi mendaftar. Dalam PPDB ini, SMK-SMTI tidak hanya menerima siswa-siswi yang siap sekolah, namun juga siap bekerja.

“Artinya mereka punya keinginan untuk bekerja. Digembleng di SMK-SMTI. Ketika keluar jadi SDM industri yang handal,” kata Endah.

Apa yang Dipelajari dan Prospek Pekerjaan

Di jurusan Kimia Industri, peserta didik akan mempelajari beberapa hal seperti operasi teknik kimia, proses industri kimia, kontrol proses, azas teknik kimia, energi terbarukan, dan lainnya. Dengan lama masa pendidikan selama tiga tahun, lulusan jurusan ini bisa bekerja di bagian kontrol proses, proses produksi, dan lainnya.

Untuk jurusan Kimia Analisis, peserta didik akan banyak belajar tentang analisis instrumentasi, analisis lingkungan, analisis bahan industri, analisis farmasi, pengolahan limbah, dan lainnya. “Kalau untuk Kimia Analisis, [prospek kerjanya dalam bidang] kontrol kualitas dan pengelolaan laboratorium,” kata Endah.

Sementara untuk Mekatronika, peserta didik akan belajar tentang gambar teknik, material dan elemen mesin, pneumatik dan hidrolik, mikrokontroler, mesin-mesin listrik, dan lainnya. Setelah lulus, jurusan Mekatronika akan bekerja di bidang teknisi, perawatan sistem mesin, sistem kontrol industri, dan lainnya.

“Masa pendidikan Kimia Analisis dan Mekatronika selama empat tahun,” kata Endah.

Pembelajaran seluruh jurusan ditunjang dengan fasilitas sekolah yang lengkap. Harapannya lulusan SMK-SMTI sudah siap saat ada industri yang membutuhkan jasanya. Selain itu, SMK-SMTI juga memiliki banyak mitra perusaahaan seperti PT. TMMIN, PT. Astra Daihatsu Motor, PT. YPTI, PT. Mercedes Benz, dan lainnya.

“Alhamdulillah walau kondisi pandemi, perusahaan masih banyak yang meminta [SDM dari SMK-SMTI Jogja],” kata Endah.

Tidak hanya kerjasama dalam penyaluran SDM, SMK-SMTI Jogja juga bekerja sama dengan beberapa pihak dalam kurikulum internasional. Dalam hal kurikulum, mereka bekerja sama dengan Vapro International dan Siemens International.

Sekolah Negeri Bebas Zonasi

Selain satu-satunya SMK-SMTI di Pulau Jawa-Bali, SMK-SMTI Jogja juga merupakan sekolah negeri yang bebas zonasi. Sehingga peserta didik dari luar Kota Jogja terbuka peluang untuk mendaftar dan menjadi bagian dari sekolah ini. Saat ini juga banyak peserta didik yang berasal dari luar Jogja, bahkan luar Pulau Jawa.

Tidak hanya bebas zonasi, biaya sekolah juga tergolong ringan. Dalam satu semester, biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) hanya Rp420.000. Artinya setiap bulan SPP SMK-SMTI berkisar Rp70.000. Tidak ada biaya praktik atau beli bahan penunjang pembelajaran. Biaya tambahan hanya berupa uang seragam dan study tour, yang pada dasarnya kembali kepada peserta didik.

“Sekolah lain ada uang praktik. Untuk beli bahan kimia misalnya, tidak bisa dibiayai,” kata Endah.

Di masa pendemi ini, biaya tambahan seperti untuk study tour dialih fungsikan oleh pihak sekolah. Selama pembelajaran daring, setiap siswa mendapat uang Rp50.000 untuk biaya pulsa. Endah menyatakan bagi calon peserta didik yang tertarik mendaftar untuk tidak ragu atau takut. Aplikasi PPDB mudah dan biaya pendaftaran hanya Rp50.000.

Walaupun secara pembelajaran ketat dan banyak, SMK-SMTI Jogja menyediakan kegiatan ekstrakulikuler dan organisasi untuk pengembangan bakat peserta didik. Ada 17 ekstrakulikuler dan enam organisasi. Jenis ekskul di antaranya cinematografi, desain grafis, tari, bahasa Jepang, robotik, dan lainnya. Untuk organisasi ada OSIS, Palang Merah Remaja, dan lainnya. Adapula kegiatan keolahragaan dari berbagai cabang.

“Kami wadahi semuanya. Harapannya anak-anak walaupun siap kerja, mereka juga punya keterampilan yang bisa menyenangkan diri mereka. Bisa menikmati hidup,” kata Endah.