UT Bangun Galery Kuliah Online dan Siap Jadi PTNBH

Kampus Universitas Terbuka (UT)/Ist
02 Maret 2021 19:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Universitas Terbuka (UT) membangun UT Cyber yang merupakan wadah bagi seluruh perguruan untuk menawarkan prodi kuliah online.

Rektor UT, Ojat Darojat mengatakan UT Cyber juga dikenal dengan Indonesia Cyber Education (ICE) Institute. “Kami diberi amanah besar oleh Kemendikbud untuk mendirikan UT Cyber. UT Cyber ini adalah nama lain dari ICE Institute yang merupakan marketing gallery, wadah di mana seluruh PT akan menawarkan prodi kuliah online mereka,” ujarnya dalam Media Gathering UT 2021, Selasa (2/3/2021) yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meetings.

Ojat menambahkan, UT Cyber merupakan unit kerja di bawah naungan UT yang bekerja mengoptimalkan pendidikan masyarakat, serta mengoptimalkan perguruan tinggi yang ingin menawarkan prodi online mereka.

“Dari sisi pembelajaran, kuliah di UT Cyber dilakukan fully online [online penuh]. Salah satu perbedaan dengan kuliah di UT yang sekarang, pembelajaran online hanya salah satu moda saja, sedangkan di UT Cyber nanti semuanya online,” imbuhnya.

Menuju PTNBH

Dalam kesempatan itu, Ojat juga menyampaikan perkembangan kampusnya. Di antaranya status lembaga yang sedang ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
Menurutnya, selain karena dorongan pemerintah, dengan PTNBH ini UT dapat meningkatkan pelayanan pendidikan masyarakat secara lebih leluasa.

“Kami sudah memasukkan empat dokumen penting untuk mengusulkan UT sebagai PTNBH ke Kementerian [Kemendikbud] pada Desember 2020 dan 17 Maret nanti UT diminta mempresentasikan keempat dokumen itu di Kementerian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beberapa hal penting dalam status PTNBH adalah keleluasaan dalam membuka dan menutup prodi. Sehingga UT akan semakin mudah menyesuaikan diri menyelenggarakan pendidikan yang diminati masyarakat.

Kemudahan lainnya pada PTNBH adalah keleluasaan pengelolaan keuangan. Kampus dapat menentukan pendanaan untuk peningkatan kualitas pendidikannya, serta bisa lebih cepat mengambil keputusan yang menyangkut pendanaan.