Mari Manfaatkan Layanan Daring di BPJS Kesehatan Jogja

Gedung BPJS Kesehatan Jogja, Senin (1/3/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
03 Maret 2021 16:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Di masa pandemi Covid-19, lembaga publik terus menyesuaikan diri, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Jogja.

Layanan yang sebelumnya banyak secara luar jaringan (luring), kini semua memaksimalkan layanan secara dalam jaringan (daring). Salah satu tujuannya agar kontak fisik semakin turun dan bisa memotong rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Jogja Khoirur Rosidi, BPJS Kesehatan memiliki beberapa layanan daring yang bisa masyarakat akses. Aplikasi Mobile JKN salah satunya. Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses layanan berupa akses layanan kesehatan, administrasi keuangan, pengaduan, dan lainnya.

“Layanan 24 jam, yang menjawab sistem. Aplikasi sudah ada sejak BPJS berdiri, namun fitur terus diinovasi sesuai kebutuhan peserta,” kata Rosidi saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Jogja pada Senin (1/3).

Selain Mobile JKN, adapula Chika atau Chat Assistent JKN. Secara umum, Chika merupakan pelayanan informasi dan pengaduan melalui sistem chatting, yang nantinya dijawab oleh Artificial Intelligence (AI). Ada beberapa layanan yang bisa masyarakat akses melalui Chika seperti perubahan data identitas, perubahan kelas rawat peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan lainnya.

Adapula layanan daring berupa Voice Interactive JKN (Vika). Layanan Vika yang menggunakan mesin penjawab ini akan terhubung dengan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Setelah itu ada arahan untuk menekan tombol sesuai kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh tombol satu untuk mengecek status kepesertaan JKN.

Bagi masyarakat yang belum akrab dengan berbagai aplikasi, maka bisa menggunakan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp atau Pandawa. “Pandawa ini semua layanan online [namun bagi masyarakat] yang tidak bisa [menggunakannya],” kata Rosidi.

Masyarakat bisa mengirim chat pada layanan Pandawa dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Dalam sehari rata-rata 40 sampai 60 orang yang menggunakan layanan Pandawa. Jenis layanannya beragam. “Misal masyarakat bisa kooperatif, kantor ini sepi. Tapi kru kami di belakang sibuk banget. Masyarkat tidak perlu datang ke kantor namun bisa terlayani,” kata Rosidi.

Walaupun BPJS Kesehatan Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan layanan daring, pelayanan luring tetap masih berjalan. Pelayanan luring, terutama yang bisa masuk gedung utamanya untuk tiga golongan yaitu Penerima Bantuan Iuran, Pensiunan Penyelenggara Negara, dan Peserta Perorangan.

Pertimbangan tiga golongan tersebut karena umumnya mereka belum akrab dengan layanan daring. “Ketika [mereka paham dan] bisa secara online kami edukasi secara online juga,” kata Rosidi.

Selain dalam mengurus layanan kepesertaan, layanan kesehatan juga sudah bisa melalui daring. Melalui aplikasi Mobile JKN, masyarakat bisa ambil nomor antrean di dokter keluarga atau rumah sakit secara daring.

“Asalkan bisa mengunduh aplikasi Mobile JKN, bisa antri di dokter X, kira-kira datangnya jam 8 malam. Jadi enggak perlu lama-lama peserta nunggu di fasilitas kesehatan,” kata Rosidi.

Tidak hanya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, antrian daring juga bisa untuk rumah sakit. Hal ini agar masyarakat terhindar dari kerumunan yang mungkin terjadi. Ide sistem ini sebenarnya sudah lama terpikirkan, tetapi realisasinya dipercepat sejak adanya pandemi.

Selanjutnya masyaraat juga bisa konsultasi dengan dokter secara daring. Untuk penyakit yang tergolong ringan, masyarakat bisa konsultasi dengan dokter setelah sebelumnya mendapat jadwal.

Aplikasi untuk Vaksinasi

Selain tugas rutinnya, BPJS Kesehatan Jogja juga membantu Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. BPJS Kesehatan membuat aplikasi untuk sistem informasi vaksinasi. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Jogja Prabowo, aplikasi tersebut nantinya digunakan oleh Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit untuk memberikan vaksin.

“Data yang dimasukkan dan dikeluarkan tergantung dengan user. Kami hanya menyediakan aplikasinya aja,” kata Prabowo.

Dalam aplikasi tersebut ada layanan empat meja seperti petunjuk teknis pelayanan vaksinasi. Meja satu berupa pendaftaran. Meja dua screening dari Dinas Kesehatan. “Meja tiga pencatatan pelaksanaan vaksinasi. Meja empat pemantauan. Kami sesuaikan dengan petunjuk teknis,” kata Prabowo.