BRI Bikin Senyum Kelompok Sumekar Kian Lebar
Perbankan memberikan kemudahan fasilitas untuk agar transaksi digital semakin luas digunakan dan memberikan manfaat untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-Hujan deras disertai angin kencang merobohkan tenda untuk proses vaksin Covid-19 di Benteng Vredebug, Jogja pada Rabu (3/32021). Namun, kejadian itu tidak sampai melukai peserta vaksinasi dan pihak-pihak yang terlibat proses itu.
“Hujannya deras sekali ditambah angin dan es.Tenda untuk peserta vaksinasi sampai ambruk,” ujar salah satu sumber Harianjogja.com, Noto, yang berada di lokasi kejadian, Rabu siang.
Menurut Noto, ada dua tenda di Beteng Vredeburg untuk mendukung vaksinasi yang digelar sejak Senin (1/3/2021) yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Tenda sebelah selatan untuk proses vaksin, tenda utara untuk ruang tunggu dan aktivitas lain.
“Nah yang ambruk tenda sebelah utara. Anginnya kenceng banget, sampai-sampai banyak anggota Linmas yang memegangi tiang agar tenda tidak sampai ambruk,” beber Noto.
BACA JUGA: Kawasan Tugu Jogja Diguyur Hujan Es Sebesar Kelereng
Menurut dia, proses vaksinasi sempat terganggu beberapa saat. Namun, setelah hujan reda vaksinasi dilanjutkan kembali dan dipindah ke teras museum. “Tidak ada korban luka. Semuanya aman. Tapi vaksinasi terganggu sebentar,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbankan memberikan kemudahan fasilitas untuk agar transaksi digital semakin luas digunakan dan memberikan manfaat untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.