Harga Sapi Impor Naik, Untungkan Peternak Tapi Ancam Populasi Nasional
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar pelayanan publik di Bantul akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Data calon penerima vaksin pun makin banyak.
Juru Bicara Pengelolaan Vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho pada Selasa (2/3) menyampaikan jadwal vaksinasi sedang dikoordinasikan. "Baru kami bahas dengan Asek III Bantul," ujarnya.
BACA JUGA : Pelaku Usaha Jasa Pariwisata Jogja Jalani Vaksinasi Massal
Kendati belum bisa menyebutkan kapan waktu pastinya, Abed mengatakan bila vaksinasi bakal dilakukan dalam waktu dekat. "Kalau bisa pekan ini sudah mulai [vaksinasi]," tuturnya.
Jumlah data calon penerima vaksin pun naik hampir dua kali lipat dari paparan yang disampaikan Abed sebelumnya. Sebelumnya disebutkan Abed ada 28.912 orang yang diajukan sebagai calon penerima vaksin.
BACA JUGA : Kapan Warga Umum di DIY Dapat Vaksin Covid-19? Begini Penjelasan Pemda DIY
Saat ini total data calon penerima vaksin yang diajukan dari kalangan pelayan publik mencapai 46.161 orang. "Sasarannya sama, hanya nambah orangnya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.