7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA--Drainase di Jalan Jambon Yogyakarta kembali meluap saat hujan lebat, Rabu (3/3/2021), dan menyebabkan jalan di sekitarnya mengalami kerusakan sehingga menghambat arus lalu lintas di ruas jalan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Sleman tersebut.
"Saluran drainase tidak lagi mampu menampung air yang masuk. Akibatnya air meluap keluar dari gril yang seharusnya menjadi akses masuk air," kata Lurah Kricak Mohammad Ikhwan Pribadi di Yogyakarta, Kamis (4/3/2021).
Akibat luapan air dari saluran drainase yang cukup deras dan kuat, kondisi jalan di sekitarnya pun menjadi rusak. Saat ini, lokasi kerusakan di sekitar gril sudah diberi pembatas sementara agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Menurut Ikhwan, luapan air dari saluran drainase di Jalan Jambon tersebut kerap terjadi saat hujan lebat. Luapan air dari drainase diperkirakan terjadi karena elevasi saluran yang tidak tepat.
BACA JUGA: Diguyur Hujan Deras, 30 Rumah di Kricak Terendam Banjir
"Air yang seharusnya mengalir ke arah barat justru berbalik ke timur. Luapan air di Jalan Jambon juga terjadi karena ada luapan air dari saluran irigasi dari persawahan yang masuk wilayah Kabupaten Sleman," katanya.
Ikhwan mengatakan, sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan tersebut untuk segera ditindaklanjuti sehingga permasalahan luapan air di Jalan Jambon tidak lagi terulang dari tahun ke tahun saat hujan lebat.
"Permasalahan ini harus diselesaikan bersama antara Sleman dan Kota Yogyakarta. Harapannya, ada saluran yang langsung mengalirkan air ke Sungai Winongo atau penampungan air sebelum masuk ke drainase di Jalan Jambon," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan, akan melakukan penelusuran di saluran drainase Jalan Jambon saat kondisinya sudah memungkinkan.
"Kami sudah cek ke lapangan, tetapi belum bisa masuk ke saluran drainase untuk melakukan penelusuran penyebab meluapnya saluran karena masih penuh dengan air," kata Umi.
Penelusuran untuk mencari penyebab meluapnya drainase akan segera dilakukan saat air sudah surut.
Umi mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan saluran drainase meluap saat hujan lebat, di antaranya saluran tersumbat atau faktor teknis konstruksi saluran hingga kapasitas saluran kurang.
"Saat sudah diketahui penyebabnya, maka kami baru bisa merencanakan penanganan terbaik yang harus dilakukan. Drainase ini dibangun oleh DIY. Air dari drainase seharusnya mengalir ke Sungai Winongo," kata Umi yang menyebut drainase di Jalan Jambon berdimensi 1,5x1,5 meter persegi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.