Belum Semua Hotel di Kulonprogo Tergabung PHRI

Ilustrasi hotel - JIBI
04 Maret 2021 11:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH—Saat ini baru 48 hotel dan restoran yang ada di Kulonprogo tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Angka tersebut masih jauh dari jumlah keseluruhan hotel dan restoran di wilayah Bumi Binangun yang mampu mencapai sekitar 150 hotel maupun restoran.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kulonprogo, Sumantoyo, mengatakan kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat membuat usaha hotel dan restoran tak memiliki standarisasi pelayanan. Serta, dirasa kurang siap menyambut wisatawan mancanegara seiring hadirnya bandara internasional.

BACA JUGA : PHRI DIY Berharap Pembatasan Kegiatan Masyarakat Tak 

"Dikhawatirkan usaha-usaha penunjang pariwisata tersebut tidak memiliki pemahaman terhadap standarisasi. Khususnya terhadap standar pelayanan bertaraf internasional bagi wisatawan mancanegara karena kurangnya kesadaran para pengusaha hotel dan restoran untuk bergabung ke dalam perhimpunan," ujar Sumantoyo saat dikonfirmasi pada Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut, baik hotel maupun restoran yang ikut dalam keanggotaan PHRI nantinya bakal disiapkan soal standarisasi dalam bidang pelayanan untuk usaha hotel dan restoran. Terlebih, dengan bergabung dengan PHRI maka para pengusaha hotel maupun restoran akan mendapat bimbingan di bidang manajemen dan pengelolaan usaha.

Berdasarkan catatan dari BPC PHRI Kulonprogo, jumlah total usaha hotel di Kulonprogo sendiri ada sebanyak 35 usaha. Sementara itu, restoran mencapai lebih dari 110 usaha. Akan tetapi, dari jumlah tersebut baru 48 usaha yang tergabung di dalam PHRI Kulonprogo.

BACA JUGA : Aktivitas Masyarakat Jogja Dibatasi, Pengusaha Hotel 

"Jadi baru ada sekitar 25 persen usaha restoran dan hotel di Kulonprogo yang tergabung kedalam PHRI. Padahal, dengan adanya kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) tentunya menjadikan Kulonprogo sebagai tujuan wisatawan mancanegara. Sehingga, kami berharap agar pengusaha hotel maupun restoran harus bersiap menyambut hal tersebut," katanya.

"Kalau pengusaha hotel atau restoran tidak menyiapkan diri khawatirnya mereka akan tersingkir. Terlebih, ketika penerbangan internasional sudah dibuka, wisatawan mancanegara kan terbiasa dengan standarisasi," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo, Joko Mursito menyatakan saat ini Dinpar Kulonprogo tengah bersiap dengan melakukan pembenahan sarana dan prasarana di beberapa destinasi wisata sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh dunia internasional.

Terlebih, hadirnya YIA memang diprediksi dapat menjadikan Kulonprogo sebagai destinasi wisata internasional. Apalagi, dengan didukung proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

"Kami akan terus meningkatkan sarana dan prasarana agar kualitas pariwisata di Kulonprogo menjadi lebih baik. Sehingga diharapkan Kulonprogo siap untuk menyambut wisatawan mancanegara nantinya," kata Joko.