Warga Plumbon Tolak Rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu

Spanduk penolakan pembangunan TPST di sepanjang jalan desa, di Padukuhan Sringkel, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (5/3/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
05 Maret 2021 23:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Rencana pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Padukuhan Sringkel, Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, mendapatkan penolakan dari warga sekitar. Penolakan tersebut dilakukan oleh warga dengan memasang sejumlah spanduk berisikan penolakan pembangunan TPST di sepanjang jalan desa.

Ketua Warga Penolak TPST Plumbon, Muslim Badrudin mengatakan tanah yang rencananya akan dibangun TPST tersebut merupakan tanah kas desa dan lahan pertanian produktif. Terlebih, tanah tersebut kerap dijadikan warga untuk bercocok tanam.

"Kami khawatir dengan dampak yang dihasilkan dari kehadiran TPST tersebut nantinya akan menyengsarakan masyarakat. Intinya kami akan menolak," ujar Muslim saat dikonfirmasi pada Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Penularan Covid-19 Rendah, Sleman Kembali Bebas Zona Merah

Penolakan warga bukan tanpa dasar. Muslim dan warga di sekitar lahan yang rencananya bakal dibangun TPST khawatir akan dampak yang ditimbulkan oleh TPST. Di antaranya, bau menyengat dan potensi jalan rusak yang diakibatkan dari aktivitas pengelolaan sampah.

"Hampir 90 persen warga Dusun Sringkel yang menolak hadirnya TPST di wilayah Plumbon. Bentuk penolakan dilakukan warga dengan memasang spanduk kecaman di sepanjang jalan desa," sambung Muslim.

DPUPKP Kulonprogo Klaim Pengelolaan Sampah Satu Hari Selesai

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni mengatakan upaya sosialisasi sudah dilakukan kepada warga di sekitar lahan yang rencananya bakal dibangun TPST Plumbon.

Baca juga: Pelaku Pembuangan Bayi di Indekos Prambanan Ternyata Ibunya Sendiri

"Kami sudah sosialisasi terkait dengan sistem pengelolaan TPST yang sehari selesai. Sehingga dimungkinkan tidak akan terjadi penumpukan sampah. Kemudian, terkait dengan keluhan akses truk pengangkut sampah, nantinya akses TPST akan dibuatkan jalan sendiri dan tidak melewati jalan desa," ungkap Toni.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo menyatakan pembangunan TPST Plumbon masih dalam tahap awal pembangunan. Jadwal pasti pelaksanaan pembangunan juga belum dipastikan.

"Alasan dipilihnya Plumbon sebagai lokasi TPST adalah karena lokasinya yang strategis dan bisa menjadi opsi pendukung ketika TPST Banyuroto penuh nantinya. Hadirnya TPST juga akan mendukung kawasan aerotropolis seiring dengan hadirnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA)," kata Toni.