Proyek Fisik di Bantul Terkena Refocusing, Ini Penjelasannya

Pekerja melakukan pembersihan saluran irigasi di Kapanewon Sewon, Bantul Senin (8/3/2021). - Ist.
09 Maret 2021 06:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Proyek pembangunan fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul akan disesuaikan dengan anggaran usai refocusing APBD 2021.

Kepala DPUPKP Bantul Bobot Arifiaidin mengatakan, meski telah ada rencana refocusing APBD 2021, namun sampai saat ini belum ada keputusan final terkait dengan pos mana saja yang akan di refocusing. Termasuk, untuk pembangunan fisik yang berada di DPUPKP.

“Kami masih menunggu kebijakan dari pak Bupati dan Wakil Bupati nantinya akan seperti apa? Nanti akan di refocusing di bagian apa? nanti baru akan kami cermati,” terang Bobot, Senin (8/3/2021).

BACA JUGA : Kalurahan di Gunungkidul Ikut Lakukan Refokusing Anggaran

Dia mengungkapkan, pada 2020 lalu, ada sekitar Rp150 miliar dana dari APBD yang di refocusing. Namun, jumlah itu tidak bisa dianggap sama pada 2021. “Untuk itu kami ngikut saja. Ya, nanti kami sesuaikan dengan kegiatan yang ada,” terang Bobot.

Bobot memastikan, telah menjalankan perintah dari Sekda Bantul yang meminta agar semua proyek dan pengadaan barang dan jasa sementara dihentikan per 1 Maret lalu. Meski demikian, Bobot memastikan jika Pemkab akan berusaha agar proyek infrastruktur yang sudah masuk dalam pengadaan akan sebisa mungkin dipertahankan dan tidak dilakukan refocusing.

“Kalau yang sudah ada pemenang tendernya ya kami upayakan untuk dijalankan,” terang Bobot.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan saat ini draft terkait dengan pos mana saja yang akan di refocusing telah disusun.

Meski enggan mengungkapkan secara detail terkait isi draft tersebut, tetapi Isa memastikan jika kebutuhan dasar dan pemulihan perekonomian tetap akan berjalan.

"Untuk itu kami komunikasikan terus. Memang masih sebatas draft. Jangan sampai refocusing mengganggu urusan wajib," kata Isa.

Menurut Isa, salah satu upaya dari Pemkab Bantul untuk menerapkan refocusing adalah dengan menerapkan kebijakan yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Refocusing Anggaran: Dua Proyek Ini Tetap Dipertahankan

Di mana, pada 2020 Pemkab sempat menerapkan pengalihan satu kegiatan ke kegiatan lainnya untuk mengatasi efek dari refocusing. "Sehingga belum tentu semua [proyek infrastruktur] kita offkan," ucap Isa.

Kendati demikian, diakui Isa, jika usai adanya perintah refocusing dari pemerintah pusat ke daerah, Sekda Bantul telah mengeluarkan kebijakan menunda semua proses lelang proyek.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dengan kebijakan refocusing. Sebab, akan ada komunikasi antara Pemkab Bantul dengan Pemerintah Pusat. "Mana-mana yang harus di refocusing. Ini yang akan dikomunikasikan," kata Halim.