Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah ASN mengikuti Vaksinasi masal di SCH hari kedua, Selasa (9/3/2021).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN-Proses vaksinasi tahap kedua untuk petugas pelayanan publik di Kabupaten Sleman terus berlanjut. Pada Selasa, (9/3/2021) berlangsung hari kedua vaksinasi masal pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertempat di Sleman City Hall (SCH).
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan vaksinasi masal untuk ASN di SCH berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (8-10/3/2021). "Hari kedua diikuti 1.200 ASN," ujarnya.
Vaksinasi masal ini menyasar pada ASN di tingkat Pemkab, setelah sebelumnua vaksinasi ASN di tingkat Kapanewon hingga Padukuhan sudah dilaksanakan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) masing-masing.
Meski dikuti ribuan peserta, Dinas Kesehatan Sleman tetap berupaya untuk dapat menghindari kerumunan. Vaksinasi dilakukan di lantai tiga. Sementara antrean peserta telah disediakan sejak di lantai dua, dan dibagi dalam beberapa sesi.
Ia juga memastikan prosedur dalam vaksinasi masal ini tetap sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan, yakni dengan empat meja mulai dari registrasi, pemeriksaan, penyuntikan hingga evaluasi 30 menit oasca penyuntikan.
Dari pelaksanaan vaksinasi masal selama tiga hari ini, ia menargetkan mampu menjangkau setidaknya 3.000 ASN, sehingga target vaksinasi tahap kedua dapat terpenuhi yakni selesai pada akhir Maret mendatang.
Petugas Publik yang telah terdata di Kanupaten Sleman totalnya sebanyak 52.000 orang. Sampai pada Senin (8/3/2021) lalu, baru tercapai vaksinasi sebesar 10%. Mulai Selasa (9/3/2021) Dinas Kesehatan juga mulai melakukan vaksinasi pada tenaga pengajar di fasyankes.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, berharap vaksinasi pada petugas pelayanan publik dapat berjalan dengan baik. "Kalau pelayanannya sehat kedepan juga cepet pemulihan ekonominya. Vaksin ini menjadi gerakan kita bersama untuk sehat bersama," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.
Kajari Kulonprogo Putri Ayu Wulandari akan mendalami penyidikan PT SAK yang telah berlangsung berbulan-bulan dan belum menetapkan tersangka.
Sekitar 1.600 warga turun ke Kali Code, Jogja, untuk bersih-bersih sungai dan lomba mural dalam rangka HUT ke-81 RI.