Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja belum memfungsikan jembatan sisi selatan Jalan Kusumanegara atau tepatnya di utara kebun binatang Gembira Loka (Gembira Loka Zoo) karena masih dalam proses pengakajian manajemen lalu lintas. Selain itu juga masih banyak kabel semrawut di sekitar jembatan tersebut.
Kepala Dinas Pehubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, mengatakan jawatannya masih mengkaji hal-hal teknis termasuk sistem manajemen lalu lintas sebelum memfungsikan jembatan Gembira Loka. Manajemen lalu lintas tersebut di antaranya setelah jembatan sisi selatan difungsikan, maka otomatis jembatan sisi utara menjadi satu arah ke timur.
Biasanya kendaraan dari arah barat Jalan Kusumanegara bisa langsung belok ke selatan atau ke Jalan Kebun Raya. Demikian yang dari arah Jalan Kebun Raya bisa berbelok ke timur arah Gedongkuning, “Itu rawan saat fungsi jalan sedang tinggi. Tentunya kami sosialisasikan dulu ke masyarakat terkait perubahan lalu lintas ini,” kata Agus, saat dihubungi Minggu (14/3/2021).
Pihaknya masih mengkaji bersama kepolisian terkait kemungkinan ada perubahan pola arus lalu lintas sekitar Jembatan Gembira Loka. “Tentunya kami berharap masyarakat memahami [jika ada perubahan lalu lintas]. Kami tidak ingin menyulitkan, yang kami lakukan adalah untuk keselamatan dan kelancaran lalu lintas Jogja,” ujar Agus.
BACA JUGA: Tingkatkan Populasi Sapi, Bantul Lanjutkan Program IB di saat Pandemi
Dalam waktu dekat ini Dinas Perhubungan dan kepolisian masih akan menguji coba terlebih dahulu jalan satu arah tersebut dengan memasang water barrier atau pembatas jalan. Dari ujicoba tersebut Dinas Perhubungan ingin melihat seperti apa kondisi arus lalu lintas. Namun dia memastikan jika terjadi jalan searah, kecepatan kendaraan menjadi lebih tinggi.
Ketika kecepatan kendaraan menjadi lebih tinggi maka rawan juga terhadap keselamatan berlalu lintas, maka perlu ada rekayasa lalu lintas untuk meminimalisir kecelakaan.
Lebih lanjut mantan Mantri Gondomanan ini mengatakan jembatan itu belum difungsikan selain rawan kecelakaan akibat semakin tingginya kecepatan kendaraan juga rawan kecelakaan karena ada kabel-kabel yang semrawut di sekitar jembatan.
Menurut dia banyak kabel yang melintang ke barat, sementara barat jembatan jalan menanjak sehingga dikhawatirkan kabel-kabel tersebut bisa menyentuh kendaraan yang melintas. “Kami ukur ketinggian kabelnya, apakah sudah lima meter atau kurang dari itu. Kabel itu kan kadang saat panas bisa memuai. Hal-hal teknis itu kami periapkan,” tandas Agus.
Sebelumnya Dinas Perhubungan sempat memastikan jembatan Gembira Loka akan difungsikan dalam waktu dekat, bahkan saat Natal tahun lalu. Namun hingga kini masih belum difungsikan. Ketua Komisi C DPRD Jogja, Ririk Banowati Permatasari sebelumnya juga menyoriti operasional jembatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
DIY Open Karate 2026 di Jogja diikuti 1.700 atlet dari 90 kontingen. Panitia juga menunggu peserta dari negara Asia Tenggara.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 13 tersangka dihadirkan.
Rupiah menguat ke Rp17.900 per dolar AS. Kenaikan harga Pertamax dan suku bunga BI dinilai memberi sentimen positif bagi pasar.
China mengecam keputusan AS memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar perusahaan yang dianggap mendukung militer China.
Sleman Temple Run 2026 buka pendaftaran early bird mulai Rp300 ribu. Rute baru berpeluang melintasi kawasan Keraton Ratu Boko.