WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Polisi menunjukkan LK dan NS kepada wartawan, di Polsek Depok Barat, Sleman, Rabu (17/3/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengguna aplikasi kencan online perlu lebih waspada. Di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, sepasang kekasih diringkus polisi karena menggasak ponsel milik orang yang baru saja dikenal melalui aplikasi kencan online saat ketemuan di hotel.
Kanit Reskrim Depok Barat, Iptu Mahardian Dewo, menjelaskan sepasang kekasih tersebut adalah LK, laki-laki 26 tahun dan NS, perempuan 19 tahun. Keduanya beraksi secara terpisah, menipu korban dengan modus meminjam ponsel yang kemudian dibawa kabur.
BACA JUGA: Mudik Tak Akan Dilarang, Ini Tanggapan Sultan Jogja
Dari laporan korban, NS beraksi di sebuah hotel di Jl. Affandi pada 15 Februari lalu. NS berkenalan dengan korban melalui aplikasi Tantan. Kemudian keduanya bertemu di hotel tersebut dengan maksud untuk menjalankan bisnis.
“Pelaku meminjam ponsel korban merek Xiaomi 9T warna glacier blue, dengan berpura-pura memesan makanan melalui aplikasi GoFood. Setelah pesanan datang, pelaku mengambil pesanan di depan hotel dengan membawa ponsel pelapor,” ujarnya, Rabu (17/3/2021).
Setelah beberapa menit, pelaku tak kunjung kembali. Korban pun mencari NS di sekitar hotel dan tidak menemukan pelaku. “Pelaku sudah tidak ada dan pergi membawa ponsel milik korban. Korban pun melapor ke Polsek Depok barat untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Karena waktu antara laporan korban dan kejadian tidak berselang lama, polisi masih bisa segera ke lokasi dan menanyakan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara ke mana arah pelaku kabur. Pelaku ditangkap di hotal lain pada 17 Februari.
BACA JUGA: Terbilang Masih Baru, Underpass Kentungan Hujan Kritikan. Warganet: Ban Sampai Bocor
Di Jogja, polisi mendeteksi ada tiga korban penipuan dengan modus serupa yang dilakukan oleh NS, yang semua korbannya adalah laki-laki dan barang yang diambil ponsel. Sementara pasangannya yakni LK, beraksi dengan modus serupa, namun korbannya spesifik pada perempuan yang membuka jasa booking order (BO).
Dewo mengungkapkan kedua pelaku asal Bandung ini telah melancarkan aksinya di sejumlah kota lainnya, seperti Semarang dan Bandung. Berdasarkan cara kerja dan barang bukti yang didapatkan, keduanya diperkirakan telah menjalankan aksinya lebih dari setahun.
Sepasang kekasih itu dikenakan pasal 378 KUH Pidana dan atau 373 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Dewo juga mengimbau korban yang merasa ditipu oleh kedua pelaku ini untuk melaporkan ke polsek terdekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Rupiah melemah ke Rp17.952 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen global terbaru.
Prabowo tegaskan tak ada yang lebih genting dari kelaparan. Program MBG dinilai penting di tengah ancaman krisis pangan global.
PLN pastikan listrik di DIY kembali normal sejak 20 Juni 2026, layanan pelanggan kini stabil dan siap mendukung aktivitas masyarakat.
Kejari Kulonprogo kembalikan Rp344 juta uang korupsi BUMDes ke dua kalurahan untuk pemulihan kerugian masyarakat.
IHSG turun 3% dipicu kebijakan suku bunga global dan aksi risk-off investor. Simak analisis lengkap dan prospeknya.