Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menilai perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi di wilayahnya belum memungkinkan digelar pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro periode 23 Maret-5 April 2021.
"(Perkuliahan) mahasiswa belum memungkinkan karena (sebagian) dari luar daerah," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (19/3/2021).
Ia khawatir kegiatan perkuliahan tatap muka yang mendatangkan kembali para mahasiswa dari luar daerah justru membuat kasus penularan COVID-19 di DIY kembali naik. "Sekarang luar daerah kan juga baru naik," kata dia.
BACA JUGA: Orang Indonesia Habiskan Rp161 Triliun per Tahun untuk Berobat ke Luar Negeri
Meski telah diperbolehkan oleh pemerintah pusat pada periode PPKM berbasis mikro mendatang, menurut Sultan, kebijakan membuka kembali kegiatan perkuliahan secara tatap muka di perguruan tinggi perlu didahului pertimbangan yang matang.
"Jangan malah asal-asal, kita terus (kasus) naik, malah jadi masalah baru," kata dia.
Oleh sebab itu, pada PPKM Mikro periode 23 Maret-5 April 2021, Gubernur DIY ini cenderung memilih mendahulukan pembelajaran tatap muka di tingkat SMA karena para pelajar atau siswanya sudah dapat dipastikan bagian dari warga lokal sehingga dinilai lebih aman.
"Mungkin malah SMA lebih dahulu, yang itu jelas orang lokal," kata Sultan.
Sebelumnya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Prof Didi Achjari menyebut dari aspek sarana prasarana belum semua kampus di DIY siap menggelar perkuliahan tatap muka secara penuh.
Ia memperkirakan sebagian besar kampus di DIY masih akan menerapkan pola perkuliahan daring atau hybrid learing (campuran luring dan daring).
Seperti yang sudah dilakukan sejumlah kampus saat ini, ia memperkirakan perkuliahan tatap muka masih memprioritaskan mahasiswa semester awal dan mahasiswa yang masa studinya hampir habis.
"Kalau langsung semua mahasiswa ikut perkuliahan (tatap muka) sepertinya kok tidak," kata dia.
Didi juga meminta kampus berkonsultasi terlebih dahulu dengan gugus tugas COVID-19 wilayah setempat sebelum memutuskan membuka perkuliahan tatap muka secara penuh.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Setyo Budi Takarina mengatakan sampai saat ini seluruh mahasiswa di UNY masih mengikuti perkuliahan secara daring.
Meski demikian, kata Budi, dari aspek sarana prasarana, UNY sudah siap menggelar perkuliahan tatap muka pada semester genap 2021 dengan menyesuaikan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Ia juga berharap seluruh tenaga pendidik (tendik) sudah seluruhnya mendapatkan vaksin COVID-19 sebelum tiba masa perkuliahan semester depan.
"Prinsipnya jika segala sesuatu sudah memungkinkan, ada instruksi dari pusat, dan kemudian Gugus Tugas COVID-19 di derah sudah oke, ya kita mengikuti," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.