6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 32 warga terdampak bencana di Aula Bappeda Sleman, Kamis (18/3/2021). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana yang terjadi di wilayah Sleman. Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman selalu sigap memberikan bantuan jika terjadi bencana.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan wilayah Sleman memiliki banyak potensi bencana alam, mulai dari angin kencang hingga erupsi Merapi. Sleman termasuk kabupaten rawan bencana alam, sehingga pada 2017 Pemkab mengeluarkan Perbup tentang bantuan bencana alam.
"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Ini berguna untuk pendampingan kepada masyarakat yang terdampak bencana," katanya, di sela pemberian bantuan kepada warga terdampak bencana, Kamis (17/3/2021).
Baca juga: Pemerintah Hobi Impor Beras, Petani di Sleman Merana
Ia berharap agar bantuan tersebut dapat meringankan sedikit beban korban bencana. Pemkab, katanya, memiliki Tim Reaksi Cepat yang selalu sigap memberikan bantuan jika terjadi bencana. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. "Ke depan, Pemkab bersama BPBD dan dinas terkait berkomitmen dapat selalu mendampingi dan memberikan bantuan kepada para warga yang terdampak bencana," katanya.
Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan pemberian bantuan tersebut berdasarkan Perbup No.36/2017 yang berisi bantuan bencana untuk setiap warga masyarakat yang terdampak bencana alam. "Untuk pemberian bantuan yang saat ini adalah korban bencana alam angin kencang, tanah longsor, kebakaran, banjir pada periode Desember-Januari," ujar Joko.
Baca juga: Stasiun Lempuyangan Kini Melayani Tes GeNose
Total bantuan yang diserahkan pada kesempatan tersebut adalah Rp91,65 juta untuk 32 KK. Warga korban bencana ini tersebar di 16 padukuhan, sembilan kalurahan dan enam kapanewon. "Bantuan yang diberikan merupakan biaya perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakannya," kata Joko.
Dukuh Karangmojo, Purwomartani, Kalasan Andy Rakhmat Santoso mengatakan dari 32 warga yang menerima bantuan lima di antaranya berasal dari warga Karangmojo. Mereka tertimpa bencana angin kencang yang terjadi pada 19 November 2020 lalu. "Ada lima warga yang menerima bantuan, untuk besarannya saya tidak mengetahuinya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.