Dukung Mudik Lebaran, Organda DIY Siapkan 1.200 Armada

Personel kepolisian berusaha membubarkan pengunjuk rasa menggunakan water canon saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
20 Maret 2021 09:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY Hantoro menyebutkan sebanyak 1.200 unit moda transportasi di daerah ini telah disiapkan untuk mendukung mudik Lebaran 2021.

"1.200 moda transportasi sudah siap. Terdiri atas bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan bus pariwisata," kata Hantoro saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat (19/3/2021). 

Menurut dia, anggota Organda DIY telah meningkatkan kesiapan menyambut Lebaran 2021 menyusul pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang menyebut tidak akan ada pelarangan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini.

Ia mengklaim perlengkapan protokol kesehatan meliputi thermo gun, hand sanitizer telah disiapkan seluruh pengelola armada baik AKAP maupun bus pariwisata untuk menjamin kenyamanan penumpang.

Baca juga: Pandemi Bikin Rencana Pembangunan Kantor Terpadu Gunungkidul Berantakan

Termasuk seluruh awak angkutan, menurut dia, telah dilengkapi dengan surat sehat dari puskesmas setempat. "Karena kami juga tidak ingin ada risiko," kata dia.

Hantoro optimistis kebijakan pemerintah yang berencana tidak melarang perjalanan mudik Lebaran 2021 dapat memulihkan okupansi angkutan umum yang sejak awal pandemi cukup terpuruk. Pada periode Maret, April, Mei, dan Juni 2020 bahkan okupansi bus pariwisata di DIY menyentuh 0 persen.

"Untuk yang bus pariwisata saat ini yang bisa jalan rata-rata tidak sampai 5 persen," kata dia.

Selain bisa mendongkrak tingkat keterisian bus, ia menyebut langkah yang ditempuh pemerintah itu dapat memulihkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

Baca juga: Akhir Pekan, KAI Daop 6 Yogyakarta Jalankan KA Sancaka dan Mutiara Timur

Namun demikian, Hantoro berharap pemerintah dapat menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 sebagai pengganti rapid antigen untuk skrining COVID-19. Dengan upaya itu diharapkan dapat menekan biaya perjalanan masyarakat.

"Harapan kami GeNose C19 karena yang menggunakan angkutan umum bus itu kan sebetulnya menengah ke bawah," kata dia.

Sumber : Antara