Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana pembangunan kantor pemerintahan terpadu di Kaluarahan Siraman, Wonosari, Gunungkidul, terhalang pandemi Covid-19. Pembangunan awal sudah dimulai sejak 2019 lalu, dan terpaksa terhenti karena anggaran difokuskan untuk penanggulangan Covid-19.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan sudah menyelesaikan fokus ulang anggaran untuk penanggulangan Corona. Total alokasi yang disediakan sebesar 8% dari dana alokasi umum (DAU) atau sekitar Rp69,4 miliar.
BACA JUGA: Di Video Podcast, SBY Curhat soal \'Sahabat\' yang Melukai
Menurut dia, kebijakan ini sangat berat sehingga berpengaruh terhadap program strategis, khususnya pembangunan di bindang infrastruktur. Salah satunya memberikan dampak terhadap rencana pembangunan kantor pemerintahan terpadu di Kalurahan Siraman.
Program ini sudah dimulai sejak 2019 lalu. Namun terpaksa berhenti karena anggaran difokuskan untuk penanganan corona sejak 2020. “Praktis terhenti karena anggaran banyak tersedot untuk Corona,” kata Drajad, Jumat (19/3/2021).
Setda mengalokasikan mengalokasikan dana sebesar Rp4 miliar untuk menyelesaikan pembangunan kantor BPBD, yang menjadi gedung pertama yang dibangun di kawasan kompleks kantor pemerintahan terpadu. Meski demikian, pembangunan urung selesai karena anggaran terkena dampak penataan ulang guna memenuhi ketentuan 8% DAU untuk penanggulangan Corona.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan, masterplan pembangunan kompleks perkantoran terpadu sudah disusun. Menurut dia, sesuai dengan penyusunan masterplang, kompleks perkantoran terpadu akan digunakan untuk sepuluh OPD. Selain gedung BPBD, beberapa OPD lain seperti Bappeda, DPUPRKP, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau Kundha Niti Mandala Sastra Tata Sasana, Dinas Kesehatan, Kundha Kabudayan, Dinas Pertanian dan Pangan hingga Dinas Komunikasi dan Informatika akan berkantor menjadi satu komplek. “Nanti juga ada Unit Pelaksana Teknis Kemtrologian,” ungkapnya.
Selain itu, di area ini juga dilengkapi dengan aula pertemuan seperti yang ada di Bangsal Sewokoprojo. Gedung ini nantinya berfungsi menyelenggarakan berbagai acara yang dimiliki pemkab. “Agar lengkap, nantinya di komplek juga diberikan fasilitas food court,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Prediksi Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League 2026-2027. Cek jadwal, kondisi skuad, rekor pertemuan, dan prediksi skor duel di Wembley.
Kedutaan Denmark di Jakarta membuka lowongan Development and Compliance Officer. Cek syarat, ketentuan kerja, dan batas pendaftaran 9 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Stok minyak Singapura turun 6,9% menjadi 39,68 juta barel. Indonesia menjadi tujuan terbesar ekspor bensin Singapura dengan 231.000 ton.