72 Apoteker Lulusan Profesi Kefarmasian USD Dilantik

Suasana Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XL Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker USD Yogyakarta di Ruang Drost, Lt 4 Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan, Selasa (23/3/2021). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
24 Maret 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 72 apoteker baru lulusan Program Studi Profesi Kefarmasian Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta dilantik, Selasa (23/2/2021). Pelantikan yang dilakukan secara virtual dilakukan di Ruang Drost, Lt 4 Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan.

Pengambilan sumpah secara luring diikuti lima orang perwakilan apoteker sementara lainnya mengikuti prosesi dengan cara daring. Para lulusan juga menerima dokumen tertulis berupa sertifikat profesi dan kompetensi sebagai bukti layak menyandang profesi apoteker.

BACA JUGA : USD Gelar Wisuda Sarjana dan Magister 

Dalam sambutannya, Komite Farmasi Nasional yang diwakili Dekan Fakultas Farmasi USD Yustina Sri Hartini berharap agar para apoteker yang notabene bagian dari tenaga kesehatan, untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Salah satu caranya dengan mensosialisasikan khasiat, dan keamanan vaksin berdasar fakta ilmiah agar masyarakat termotivasi.

"Selain itu, apoteker harus ikut aktif melaporkan jika mendapati kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI vaksinasi Covid-19. Berikan edukasi kepada masyarakat pentingnya vaksinasi Covid-19," katanya di sela kegiatan Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XL Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker USD Yogyakarta.

Rektor USD Johanes Eka Priyatma meminta agar apoteker yang baru dilantik untuk ikut memperkuat tekad dengan bekal pengalaman selama masa pandemi. Penguatan layanan secara teknologi informasi di masyarakat, lanjut Eka, perlu dilakukan berbekal pengalaman selama pandemi Covid-19.

BACA JUGA : KABAR KAMPUS: PMSD Jadi Fakultas Vokasi USD

Menurutnya, kondisi pandemi seharusnya dapat mendorong perbaikan di semua lini. Salah satu hal yang dapat dipelajari dari realitas pandemi lanjutnya, bagaimana perguruan tinggi mampu menjalankan perannya meskipun  topangan dengan teknologi informasi.

"Semoga dengan menjalani pendidikan secara daring dan luring selama ini dapat menggugah ide untuk memikirkan layanan kesehatan, khususnya kefarmasian dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Layanan teknologi saat ini tidak terlalu sulit," ujarnya.

Perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia DIY Hendy Ristiono mengatakan, pengambilan sumpah merupakan salah satu ritual yang harus dilakukan oleh profesi apoteker. Itu menjadi tanggung jawab profesi apoteker kelak saat menjalankan praktek di masyarakat.

Untuk DIY, katanya, profesi apoteker memiliki slogan SIAP. Singkatan dari Skill atau Sinegeri, Inovasi, Advokasi dan juga Profesional. Dengan slogan tersebut, maka lulusan apoteker dari Jogja akan berbeda dengan daerah lain. Dia berharap agar apoteker tidak sungkan untuk berdiskusi dengan SDM Kesehatan lainnya untuk membangun masyarakat.

BACA JUGA : USD Tambah Dua Guru Besar

"Profesi apoteker memiliki momentum spesifik yakni prosesi pengambilan sumpah. Itu yang menjadikan berbeda dengan beberapa disiplin ilmu lain dimana hanya dengan mengikuti yusidisium sudah cukup menyandang gelar sarjana," katanya.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Agatha Budi Susiana Lestari mengatakan mahasiswa yang lulus profesi apoteker sebanyak 72 mahasiswa. Mereka dinyatakan telah memenuhi persyaratan baik syarat administrasi maupun syarat akademik. "Mereka lulus dengan predikat camlaude, sangat memuaskan, dan lulus dengan predikat pujian," katanya.