Resmi! Standar B50 Berlaku Juli 2026, Ini Aturan Lengkapnya
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Muhammad Afnan Hadikusumo (kanan) sata bertemu Gus Hilmy (kiri), Rabu (25/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA--Kiai tidak jarang diikutkan dalam kampanye vaksin yang aman dan halal. Namun di DIY, vaksinasi untuk kiai dinilai belum menjadi prioritas. Hal ini diungkapkan oleh Hilmy Muhammad, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Jogja.
Sejak berjalan pada Januari 2021, DIY telah melakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, pedagang, seniman, ASN, dan pelayan publik. Dari seluruh sasaran tersebut, kiai dan kalangan pesantren belum masuk dalam daftar.
“Pendataan sudah diminta dan dilakukan sejak awal tahun oleh kalangan pesantren, namun hingga saat ini belum ada komunikasi atau undangan dari Dinas Kesehatan [Dinkes],” kata Gus Hilmy (panggilan akrab Hilmy Muhammad) dalam rilis tertulisnya pada Kamis (25/3/2021).
Menurut Gus Hilmy, belum ada tindakan konkret dari pihak pemerintah dan Dinkes untuk vaksinasi kiai dan kalangan pesantren. Dalam penjelasan prioritas sasaran vaksinasi di Bab III Pasal 8 PMK Nomor 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, ada enam kelompok prioritas penerima vaksin. Tokoh masyarakat atau agama berada pada kelompok prioritas kedua. Kelompok selanjutnya adalah guru dan tenaga pendidikan.
BACA JUGA: Rizky Febian Laporkan Suami Ibunya ke Polisi karena Tak Kembalikan Aset
Gus Hilmy mengatakan apabila kiai tidak sekadar guru. Di samping sebagai pengasuh pesantren, para kiai juga pengasuh masyarakat. Banyak tamu berasal dari berbagai tempat dan berbagai kalangan. Selain itu, dari data yang ada, sudah sebanyak 400-an kiai meninggal akibat Covid-19.
Beberapa hal inilah yang membuat Gus Hilmy menganggap vaksinasi untuk kiai sangat mendesak. Jangan lagi ada alasan yang terkesan mengada-ada seperti ketersediaan vaksin. Buktinya vaksinasi terus dilakukan.
“Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda vaksinasi untuk para kiai, baik di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten se-DIY,” kata Gus Hilmy yang juga Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY.
Berbeda dengan DIY, daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur telah melaksanakan vaksinasi untuk para kiai. Gus Hilmy mengatakan telah ada upaya komunikasi dengan pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret.
“Apakah kiai dan pesantren tidak dianggap penting di Jogja ini? Prioritas vaksinasi untuk mengangkat kembali citra Jogja sebagai kota wisata dan kota budaya, tidak boleh menafikan citranya sebagai kota pendidikan. Menyasar seniman, pedagang, pelaku wisata, tidak boleh menafikan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya ada kiai dan pesantren,” kata Gus Hilmy, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang membidangi pendidikan dan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah tetapkan standar baru biodiesel B50 mulai Juli 2026. Simak aturan, syarat, dan sanksinya..
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.