Gus Hilmy Kritik Vaksinasi Covid-19 untuk Kiai di Jogja Lambat

Muhammad Afnan Hadikusumo (kanan) sata bertemu Gus Hilmy (kiri), Rabu (25/4/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
25 Maret 2021 20:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kiai tidak jarang diikutkan dalam kampanye vaksin yang aman dan halal. Namun di DIY, vaksinasi untuk kiai dinilai belum menjadi prioritas. Hal ini diungkapkan oleh Hilmy Muhammad, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Jogja.

Sejak berjalan pada Januari 2021, DIY telah melakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, pedagang, seniman, ASN, dan pelayan publik. Dari seluruh sasaran tersebut, kiai dan kalangan pesantren belum masuk dalam daftar.

“Pendataan sudah diminta dan dilakukan sejak awal tahun oleh kalangan pesantren, namun hingga saat ini belum ada komunikasi atau undangan dari Dinas Kesehatan [Dinkes],” kata Gus Hilmy (panggilan akrab Hilmy Muhammad) dalam rilis tertulisnya pada Kamis (25/3/2021).

Menurut Gus Hilmy, belum ada tindakan konkret dari pihak pemerintah dan Dinkes untuk vaksinasi kiai dan kalangan pesantren. Dalam penjelasan prioritas sasaran vaksinasi di Bab III Pasal 8 PMK Nomor 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, ada enam kelompok prioritas penerima vaksin. Tokoh masyarakat atau agama berada pada kelompok prioritas kedua. Kelompok selanjutnya adalah guru dan tenaga pendidikan.

BACA JUGA: Rizky Febian Laporkan Suami Ibunya ke Polisi karena Tak Kembalikan Aset

Gus Hilmy mengatakan apabila kiai tidak sekadar guru. Di samping sebagai pengasuh pesantren, para kiai juga pengasuh masyarakat. Banyak tamu berasal dari berbagai tempat dan berbagai kalangan. Selain itu, dari data yang ada, sudah sebanyak 400-an kiai meninggal akibat Covid-19.

Beberapa hal inilah yang membuat Gus Hilmy menganggap vaksinasi untuk kiai sangat mendesak. Jangan lagi ada alasan yang terkesan mengada-ada seperti ketersediaan vaksin. Buktinya vaksinasi terus dilakukan.

“Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda vaksinasi untuk para kiai, baik di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten se-DIY,” kata Gus Hilmy yang juga Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY.

Berbeda dengan DIY, daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur telah melaksanakan vaksinasi untuk para kiai. Gus Hilmy mengatakan telah ada upaya komunikasi dengan pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret.

“Apakah kiai dan pesantren tidak dianggap penting di Jogja ini? Prioritas vaksinasi untuk mengangkat kembali citra Jogja sebagai kota wisata dan kota budaya, tidak boleh menafikan citranya sebagai kota pendidikan. Menyasar seniman, pedagang, pelaku wisata, tidak boleh menafikan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya ada kiai dan pesantren,” kata Gus Hilmy, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang membidangi pendidikan dan kesehatan.