Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harri, melihat sejumlah produk hasil penelitian Poltekes Kemenkes Yogyakarta, Selasa (30/3)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Guna mendukung pengembangan produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa, Poltekes Kemenkes Yogyakarta menggelar Sosialisasi Pengajuan Paten di Poltekes Kemenkes Yogyakarta, dihadiri Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harris, Selasa (30/3/2021).
Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta, Joko Susilo mengatakan sosialisasi pengajuan paten merupakan implementasi atau tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Rabu (24/3/2021).
“Salah satu poin dari kerja sama tersebut yakni saling memberi informasi dan diskusi terkait dengan percepatan untuk mendapatkan paten dari produk yang dihasilkan Poltekes Kemenkes Yogyakarta. Kami di Poltekes punya Pusat Unggulan Iptek atau PUI, menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sampai saat ini terdapat ratusan produk yang dihasilkan baik oleh dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Sebagian produk telah mendapatkan hak cipta. Ke depan ia mendorong tidak berhenti di hak cipta, namun lebih tinggi yakni hak paten. “Kunjungan Dirjen hari ini untuk melihat produk mana saja yang bisa dipatenkan,” katanya.
Ia menjelaskan PUI di Poltekes Kemenkes Yogyakarta dinamai Inovasi Teknologi Terapan Bidang Kesehatan Masyarakat (Novakesmas). Produk yang dibuat dimanfaatkan untuk peningkatan kesehatan masyarakat dari enam jurusan yang dimiliki yakni Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Keperawatan Gigi dan Kesehatan Lingkungan Sanitarian.
“Ada lebih dari 100 produk, sementara yang sudah didaftarkan paten baru sekitar 16 produk. Maka kami meminta arahan dari Dirjen, langkah-langkah dan strategi untuk mempercepat mendapatkan paten. Sebisa mungkin dipatenkan dan bisa diabdikan di masyarakat, kemudian dijual di industri dan dikembangkan lagi,” katanya.
Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harri mengapresiasi Poltekes Kemenkes Yogyakarta dengan berbagai produk yang telah dihasilkan. “Produk yang berguna bagi kesehatan masyarakat, semoga bisa terus berinovasi,” katanya.
Menurutnya, setelah mendapatkan hak paten hal yang tidak kalah penting yakni desain industri. Ia melihat hal ini di Indonesia belum diperhatikan. Ia mencontohkan negara dengan desain industri yang bagus adalah Jepang dan China, yang memberi kemasan menarik pada produk sederhana seperti buah-buahan.
“Di sini bisa, semisal telur dibungkus dengan boks yang menarik. Kemudian yang terakhir adalah merek. Tidak mungkin dalam menjual produk hanya mengatakan filter air. Tapi misalnya saya menjual filter air merek Poltekes,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.