KANGEN JOGJA VIRTUAL: Dinpar Tampilkan Potensi Budaya Kemantren

Seniman Gondokusuman berperan dalam kisah pertempuran Indonesia dan Jepang di masa penjajahan. (ist - Dinpar Jogja)
03 April 2021 06:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Program Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja bertajuk Kangen Jogja Virtual 2021 edisi 2 menampilkan seniman dan potensi wisata di Kemantren Gondokusuman. Ada penampilan seniman dalam Tari Ambrastho Corona di Jalan Soeroto. Mereka menari di taman yang berada di tengah dua ruas jalan. Selain itu, adapula seniman yang menampilkan Tari Anoman Obong di Embung Langensari.

Tidak hanya kaya akan seniman, wilayah Gondokusuman, khususnya Kalurahan Kotabaru memiliki sejarah yang cukup panjang. Sekitar 1942, Jepang yang telah menduduki Jogja mulai merangsak ke daerah Kotabaru.

Militer Jepang kemudian membuat kawasan ini sebagai pusat perkantoran, perumahan, gudang militer, dan sebagainya. Beberapa bangunan bersejarah itu masih ada sampai sekarang.

Dalam merekonstruksi pendudukan Jepang di Kotabaru, seniman teater Gondokusuman menampilkan cerita perjuangan. Kala itu rakyat Jogja, termasuk Abu Bakar Ali, mempersiapkan penyerangan terhadap Jepang. Sebenarnya Jepang mencoba berunding, tetapi keadaan panas kala itu sudah tidak terbendung. Pecahlah sebuah pertempuran.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Jogja Wahyu Hendratmoko, Kangen Jogja Virtual merupakan atraksi wisata yang menampilkan seniman serta potensi wisata kemantren-kemantren yang ada di Jogja, termasuk Kemantren Gondokusuman.

“Adanya tayangan Kangen Jogja kiranya dapat menunjukan kegiatan seni budaya dan pariwisata Jogja tetap eksis serta seniman kota Jogaj bisa tetap mengekspresikan karyanya,” kata Wahyu dalam tayangan Kangen Jogja Virtual, Kamis (1/4).

Selain potensi seniman dan sejarah, adapula potensi wisata kuliner di Gondokusuman, salah satunya The House of Raminten. Menurut Manager The House of Raminten, Lisa, ada seratus menu yang tersedia di tempat dengan nuansa Jawa itu. “Menu-menunya mungkin seperti di tempat lain, tapi presentasinya unik. Semua namanya juga unik,” kata Lisa.

Potensi Kuliner

Potensi kuliner lain juga berupa produk usaha kecil menengah (UKM). Salah satu produk dari Gondokusuman yang telah terkenal yaitu bir pletok. Secara umum, bir tanpa alkohol ini berasal dari rempah-rempah.

Penampilan Angklung Demangan Jogja menutup serangkaian Kangen Jogja Virtual edisi 2. Mereka tampil di Jalan Jendral Sudirman. Pada Kangen Jogja Virtual edisi 1, Dispar Kota Jogja menampilkan seniman dan potensi wisata dari Kemantren Gedongtengen.

Total ada tujuh edisi pertunjukan daring dari Dispar Jogja yang akan memanjakan para pemirsa. Di samping wadah para seniman, tayangan ini juga sebagai tontonan alternatif wisatawan yang hendak berkunjung ke Jogja.

Selama pandemi, segala kegiatan wisata menyesuaikan kebiasaan baru dengan taat protokol kesehatan (prokes). Selain itu, Dispar Jogja juga menggunakan sistem daring dengan menguatkan kanal Youtube.