25 Lurah Gunungkidul Cuti, Carik Didaulat Jadi Plt
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, PONJONG – Pemkab Gunungkidul sempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Bedoyo di Kapanewon Ponjong. Meski demikian rencana ini batal terlaksana karena adanya kebijakan refokusing anggaran dari Pemerintah Pusat.
Sekretaris Dearah Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, untuk menambah layanan kesehatan di wilayah timur sudah merencanakan peningkatan status Puskemas Bedoyo menjadi rumah sakit. Sejak 2019 lalu dilakukan perluasan serta pembangunan fasilitas untuk mendukung program tersebut.
BACA JUGA : Soal Proyek Infrastruktur Molor, Pemkab Tunggu Komitmen
Hanya saja, hingga 2021 berakhir dipastikan pembangunan rumah sakit Bedoyo belum bisa direalisasikan. Drajad mengakui didalam plafon APBD di tahun ini sempat mengalokasikan Rp24 miliar untuk menyelesaikan pembangunan serta penyediaan sarana prasarana pendukung operasional rumah sakit.
Meski demikian, rencana tersebut batal karena adanya kebijakan refokusing dari Pemerintah Pusat. “Mau tidak mau kami harus melakukan refokusing guna memenuhi ketentuan 8% dana alokasi umum untuk penanggulangan corona,” katanya, Kamis (8/4/2021).
Ia tidak menampik kebijakan tersebut sangat memberatkan. Terlebih lagi hasil perhitungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk memenuhi ketentuan anggaran penanggulangan corona masih membutuhkan tambahan sekitar Rp28 miliar. Kondisi ini bertambah berat karena adanya pengurangan dana transfer dari Pusat sehingga harus mengambil kebijakan rasionalisasi anggaran sesuai dengan alokasi yang dimiliki.
“Jadi penyelesaian rumah sakit Bedoyo ditunda dulu dan anggarannya difokuskan untuk penanganan corona,” katanya.
BACA JUGA : Proyek Molor, Dua Rekanan Pemkab Gunungkidul Dijatuhi
Disinggung mengenai skema penyelesaian seperti operasional Rumah Sakit Umum Daerah Saptosari di tahun lalu, Drajad mengaku tidak bisa melakukannya. Hal ini dikarenakan aturan dari pemerintah berkaitan dengan penanganan corona lebih terperinci dibandingkan dengan kebijakan di 2020.
“Tahun lalu semua hanya dimasukan ke Belanja Tak Terduga. Tapi sekarang harus rinci menjelaskan refokusing anggaran harus menyertakan kegiatan yang akan dibiayai. Salah satunya untuk membayar insentif tenaga kesehatan,” katanya.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan, rencana melanjutkan pembangunan rumah sakit Bedoyo batal direalisasikan tahun ini. “Sama seerti tahun lalu, rencana penyelesaian rumah sakit tidak jadi karena adanya kebijakan refokusing anggaran,” katanya.
Dia menjelaskan, sebelum adanya kebijakan refokusing, didalam plafon kegiatan di APBD 2021 ada alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit Bedoyo. Pagu ini akan digunakan untuk meneruskan pembangunan di 2019 lalu yang menelan anggaran sebesar Rp4,8 miliar.
“Sudah kami rencanakan, tapi ada refokusing sehingga tidak bisa diteruskan di tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25 lurah petahana di Gunungkidul cuti untuk maju Pilur. Carik ditunjuk sebagai Plt Lurah selama masa cuti.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Liverpool diminta Andoni Iraola menekan Atletico Madrid sejak awal laga Liga Champions di Anfield, Rabu malam waktu setempat.
BPS menepis isu manipulasi desil DTSEN untuk menurunkan angka kemiskinan. Desil dan kemiskinan disebut memiliki konsep berbeda.
Polri dan Basarnas memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.