Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Pelaksanaan pelayanan publik di sejumlah instansi di Kota Jogja berjalan lancar di hari pertama ibadah puasa, Selasa (13/4/2021). Tidak terdapat kendala dalam pelayanan publik kepada masyarakat dan sejumlah ASN cukup disiplin masuk sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Fakhruddin AM mengatakan ia melakukan pemantauan terhadap kinerja pelayanan publik di sejumlah instansi pemerintahan pada hari pertama pelaksanaan ibadah puasa ini. "Terutama di kalurahan ya dan di lingkungan Pemkot baik itu kesiapan layanan hari pertama Ramadan, ketaatan pada penerapan protokol kesehatan, serta problem yang ada saat di tingkat layanan," ujarnya.
Fakhruddin menjelaskan, dalam pantauan itu pihaknya menemui bahwa di sejumlah kalurahan fasilitas protokol kesehatan masih kurang memadai. Di beberapa kantor pihaknya masih menemui fasilitas pencuci tangan dan alat pengukuran suhu yang kurang layak untuk digunakan.
Baca juga: Cuti Bersama Lebaran Tahun Ini Hanya Sehari, Ini Alasan Pemerintah
"Sementara di lingkungan Pemkot, itu perlu pengetatan lebih optimal ya terkait penerapan protokol kesehatan karena di Disdukcapil [Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil] tadi kami lihat jaga jarak saat layanan dilakukan itu masih kurang," katanya.
Di sisi lain, Fakhruddin menyebut bahwa tingkat keaktifan ASN di kantor kalurahan juga sudah cukup disiplin dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Beberapa pegawai ada yang bekerja dari rumah dan sebagian lainnya bekerja di kantor sesuai dengan aturan di masa pandemi. "Termasuk jam berangkat dan pulang tadinya juga kami pantau," ungkapnya.
Lebih lanjut, catatan yang ditemui dalam pemantauan itu nantinya akan dievaluasi dan disampaikan kepada OPD terkait. Diharapkan, pelayanan publik tetap berjalan optimal di masa Ramadan tanpa mengurangi esensi dalam menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Kenali Cara Mafia Tanah Rebut Tanah Orang Lain
Kepala Disdukcapil Kota Jogja, Cristina Lucy Irawati mengaku pelaksanaan protokol kesehatan cukup sulit diterapkan apalagi dengan kondisi ruangan kantor yang berkapasitas cukup terbatas. Meski telah membuat lajur masuk dan keluar serta memisahkan antrean dengan jarak satu meter namun kenyataan di lapangan kerap kali tidak sesuai anjuran.
"Disdukcapil sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan diantaranya memberikan garis pembatas untuk menjaga jarak antar pemohon pada saat mengantre, namun ruangan yang terbatas dan keinginan dilayani terlebih dahulu kadang membuat masyarakat mengabaikan garis pembatas. Kedepan akan lebih tegas ditegakkan ketentuan jaga jarak bagi pengunjung dukcapil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir
Pratikno menyebut Wantimpres berisi tokoh nasional beragam latar belakang yang siap memberi saran dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.
Mitchell Baker sudah mencetak 9 gol dalam 7 laga Timnas Indonesia, melewati 7 gol Ole Romeny yang dikoleksi dari 13 penampilan.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital