Sleman Diselimuti Zona Merah Covid-19, Ini Datanya

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
14 April 2021 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 13 kapanewon di wilayah Sleman masih termasuk zona merah dan empat kapanewon lainnya masuk zona oranye. Terkait masih tingginya penyebaran kasus Covid-19 di Sleman ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data epidemologi kasus Covid-19 per 11 April, penyebaran kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi. Terbukti, 13 kapanewon masih masuk zona merah. Meliputi, Kapanewon Gamping, Moyudan, Seyegan, Mlati, Depok dan Berbah. Selain itu, Kapanewon Kalasan, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan.

Adapun empat kapanewon yang masuk zona oranye, meliputi Kapanewon Godean, Minggir, Prambanan dan Ngemplak. Tidak ada zona kuning apalagi zona hijau untuk tingkat kapanewon. Terkait masih tingginya kasus penyebaran Covid-19, Sleman sampai saat ini masih termasuk kabupaten zona merah.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Alihkan Anggaran Makan Pasien Covid-19 di Shelter ke Isolasi Mandiri

Sebab, angka penularan Covid-19 di Sleman rata-rata 1.12 di atas rata-rata nasional 0,88. Kasus aktif di Sleman mencapai 9.02 melebihi rata-rata nasional 7.02. Rata-rata kesembuhan pasien 08.21 masih dibawah rata-rata nasilnal 90.27. Adapun kasus kematian 2.77 di atas rata-rata nasional 2.71.

Bertambah
Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, terdapat penambahan kasus baru sebanyak 119 kasus pada Rabu (14/4/2021). Adapun kasus sembuh tercatat sebanyak 152 kasus dengan penambahan kasus meninggal sebanyak tiga kasus.

Adapun total jumlah kasus sampai saat ini, kasus positif tercatat sebanyak 13.000 kasus dengan kesembuhan pasien sebanyak 11.500 kasus dan kasus meninggal sebanyak 357 kasus. Artinya, masih tercatat kasus aktif sampai saat ini sekitar 1.500 kasus. "Iya betul (peningkatan kasus) itu efek libur beberapa hari kemarin sekarang sudah mulai terasa," kata Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo, Rabu (14/4/2021).