Belasan Seniman Melukis Bareng dalam Acara Bertajuk Memotret Jogja

Sejumlah pelukis unjuk kebolehan dalam kegiatan pra event pameran seni rupa AKARA yang digelar di Gedung DPD PDI Perjuangan DIY, Sabtu (17/4/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
17 April 2021 20:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Belasan seniman Jogja melukis bersama sambil menunggu waktu berbuka puasa di Gedung DPD PDI Perjuangan DIY, Sabtu (17/4/2021). Kegiatan yang merupakan pra event pameran seni rupa AKARA ini menghadirkan sejumlah seniman lokal seperti Januri, Bambang Heras, Tjokorda, Wilman S, Sadikin, Rismanto, Suharmanto, Laksmi, Dyan Anggraini, dan Hadi Soesanto.

Dalam waktu yang terbatas yakni sekitar dua jam para pelukis menuangkan gagasannya melalui melukis on the spot dalam acara bertajuk Memotret Jogja Kini. Para pelukis menunjukkan keahlian mereka berkreasi dengan mempraktikkan gaya dan karakter masing-masing dalam menangkap secara cepat objek, karakter objek, serta kedalaman objek.

BACA JUGA: Senin Dimulai, Begini Persiapan Sekolah Tatap Muka di DIY

Salah satu pelukis yang ikut serta dalam kegiatan itu, Wilman Syahnur mengapresiasi kegiatan itu dan berharap agar acara serupa bisa terus digalakkan. Sebab, kegiatan seni dan budaya sangat berguna dalam menghidupkan ide-ide kreatif di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, dia mengangkat lukisan seorang anak kecil yang matanya tertutup dengan dua telapak tangan berwarna merah dan putih. Lukisan itu menurutnya menggambarkan tentang kebenaran sejarah di Indonesia yang kerap digunakan oleh penguasa untuk kepentingan komoditas politik kaum dan golongannya sendiri.

"Saya menggunakan cat aklirik di atas kanvas dengan teknik palet dan kuas," katanya.

Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY GM Totok Hedi Santosa mengatakan Jogja sebagai kota budaya cukup kaya akan keragaman seni dan keunikan karakter masyarakatnya. Jogja juga merupakan kota yang masih ramah dan terbuka bagi warganya yang terpaksa mencari penghasilan di jalanan, ujarnya.

Realita itu bisa dilihat di perempatan-perempatan kota yang banyak memunculkan manusia silver. Sebuah art performance dari orang yang melumuri tubuhnya dengan cat perak dan berdiri mematung selama traffic light berwarna merah.

Ada pula badut dengan kostum teletubbies yang berjoget diiringi musik dangdut populer serta sekelompok pengamen yang menggunakan instrumen angklung dan perkusi.  Selain dari seni pertunjukan, Jogja juga punya kekhasan tempat kuliner berupa angkringan. Warung makan kecil yang menyajikan makanan dan minuman tradisional dengan gerobaknya menjadi penambah ragam ikon kota ini.

"Fenomena-fenomena itu adalah secuil dari keunikan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jogja yang nantinya akan menjadi ide dan subyek bagi para seniman untuk dituangkan ke dalam kanvas dalam acara melukis on the spot ini," kata Totok.

Para pelukis yang terlibat dalam kegiatan ini juga terlibat dalam pameran lukisan AKARA yang akan digelar di kantor DPD PDI Perjuangan DIY pada 5 sampai 30 Juni 2021. Ada 78 perupa yang bakal terlibat dalam perhelatan seni ini. Sederet nama seniman kondang juga akan ikut memamerkan karyanya di kantor DPD PDI Perjuangan DIY, di antaranya Butet Kartaredjasa, Ong Hari Wahyu, Bambang Herras, Budi Ubrux, Bunga Jeruk, Agung Pekik, Laksmi Shitaresmi, Nasirun, Ugo Untoro, dan Putu Sutawijaya.