DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini dilakukan agar pencemaran di aliran sungai tidak semakin bertambah buruk.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pengujian kualitas air di sungai terus dilakukan secara berkala. Meski demikian, pelaksanaan belum bisa menyeluruh di sepanjang aliran sungai karena pengujian masih bersifat sampel.
“Sampel dilakukan secara zonasi dan area yang potensial terkena pencemaran,” kata Aris, Minggu (18/4/2021).
Dia menjelaskan, sampel diambil seperti di Kali Oya, Besole, Gedangan dan Kepek. Untuk saat sekarang, DLH masih menunggu hasil uji lab untuk pengujian di triwulan pertama 2021.
BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Wates-Purworejo
Meski demikian, sambung Aris, hasil pengujian sebelumnya di keempat aliran sungai telah terjadi pencemaran. Pasalnya, uji laboratium diketahui apabila ada kandungan bkter E.coli yang berlebih dan apabila terus diberbahaya bagi yang menggunakan.
“Yang menggunakan bisa diare dan gatal-gatal,” ungkapnya.
Menurut dia, pencemaran tidak hanya karena bakteri E.coli saja karena juga terdapat beberapa material seperti deterjen, nitrat hingga residu lainnya. Pencemaran sungai ini terjadi karena kebiasaan buruk masyarakat yang membuang limbah dan sampah secara sembarangan.
“Memang kandungan-kandungan dalam pencemaran masih belum melewati baku mutu, tapi tetap harus diwaspadai agar tidak semakin parah,” tuturnya.
Aris mengungkapkan, salah satu antisipasi agar kawasan sungai tidak tercemar dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga harus ada program kali bersih bagi warga secara mandiri. “Pemkab punya program, tapi juga harus didukung dengan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.