Advertisement

Sungai di Gunungkidul Tercemar E.coli

David Kurniawan
Minggu, 18 April 2021 - 20:17 WIB
Bhekti Suryani
Sungai di Gunungkidul Tercemar E.coli Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini dilakukan agar pencemaran di aliran sungai tidak semakin bertambah buruk.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pengujian kualitas air di sungai terus dilakukan secara berkala. Meski demikian, pelaksanaan belum bisa menyeluruh di sepanjang aliran sungai karena pengujian masih bersifat sampel.

“Sampel dilakukan secara zonasi dan area yang potensial terkena pencemaran,” kata Aris, Minggu (18/4/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dia menjelaskan, sampel diambil seperti di Kali Oya, Besole, Gedangan dan Kepek. Untuk saat sekarang, DLH masih menunggu hasil uji lab untuk pengujian di triwulan pertama 2021.

BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Wates-Purworejo

Meski demikian, sambung Aris, hasil pengujian sebelumnya di keempat aliran sungai telah terjadi pencemaran. Pasalnya, uji laboratium diketahui apabila ada kandungan bkter E.coli yang berlebih dan apabila terus diberbahaya bagi yang menggunakan.

“Yang menggunakan bisa diare dan gatal-gatal,” ungkapnya.

Menurut dia, pencemaran tidak hanya karena bakteri E.coli saja karena juga terdapat beberapa material seperti deterjen, nitrat hingga residu lainnya. Pencemaran sungai ini terjadi karena kebiasaan buruk masyarakat yang membuang limbah dan sampah secara sembarangan.

“Memang kandungan-kandungan dalam pencemaran masih belum melewati baku mutu, tapi tetap harus diwaspadai agar tidak semakin parah,” tuturnya.

Advertisement

Aris mengungkapkan, salah satu antisipasi agar kawasan sungai tidak tercemar dengan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, juga harus ada program kali bersih bagi warga secara mandiri. “Pemkab punya program, tapi juga harus didukung dengan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?

News
| Sabtu, 24 September 2022, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement