Meningkat, Kini 97% Orang Tua Siswa SMKN 1 Jogja Setuju Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
19 April 2021 05:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- SMKN 1 Jogja siap selenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (18/4/2021).

Kepala SMKN 1 Jogja, Elyas, mengatakan orang tua peserta didik yang setuju anaknya pergi sekolah sebanyak 97 persen. Persentase ini meninggkat dari PTM sebelumnya di SMKN 1 Jogja yang berada di angka 50 persen.

"Orang tua yang belum mengizinkan anaknya ke sekolah bisa jadi karena sakit dan lainnya. Untuk peserta didik yang belum bisa PTM, sekolah masih menyediakan pembelajaran secara daring," katanya, saat dihubungi secara daring pada Minggu (18/4/2021).

Ia menegaskan selain telah mengikuti instruksi terkait protokol kesehatan dan pembentukan satuan tugas Covid-19 di lingkungan sekolah, sebelumnya mereka itu telah menyelenggarakan sekolah tatap muka pada Oktober 2020.

Baca juga: Panitia Kampung Ramadan Jogokaryan Diberi Teguran

Namun saat baru berjalan sebulan, ada peraturan pusat yang kemudian membuat PTM kembali terhenti. Sebelumnya, PTM diperbolehkan untuk kegiatan praktik.

"SMK untuk praktik atau Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebelumnya boleh, dengan prokes ketat. Secara umum [kami] sudah sangat siap. Guru dan karyawan sudah divaksin yang dosis kedua. Secara tahapan mungkin semakin percaya diri," kata Elyas.

Saat PTM esok hari, hanya peserta didik kelas 10 saja yang berangkat. Dari total peseta didik SMKN 1 Jogja sekitar 600 anak, kelas 10 sekitar 210. Sementara peserta didik kelas 11 sedang mengerjakan tugas akhir, sehingga tidak ke sekolah. Di sisi lain, anak kelas 12 sudah selesai ujian beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hati-hati dengan Cyber Stalking lewat Status Online WhatsApp

Seluruh peserta didik kelas 10 akan terbagi dalam 12 kelas, dengan masing-masing kelas maksimal terisi 18 anak. "Masuknya juga dibedakan, ada yang pukul 07.00 WIB ada yang pukul 08.00 WIB. Sekali masuk 100 anak. Maksimal pembelajaran empat jam enggak sampai. Enggak ada istirahat, nanti langsung pulang," kata Elyas.

Saat berangkat atau pulang, orang tua tidak boleh masuk ke dalam sekolah. Pengantaran atau penjemputan anak menggunakan sistem mirip drive thru. Hal ini guna menghindari kerumunan.

SMKN 1 Jogja juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas, rukun warga, dan pihak-pihak terkait. Peserta didik akan berangkat dari senin sampai Jumat.

Catatan Redaksi: Judul berita ini sudah diganti dari sebelumnya "Meningkat, Kini 97% Orang Tua Siswa SMAN 1 Jogja Setuju Sekolah Tatap Muka". Redaksi memohon maaf atas kesalahan ini.